Gresik, JP - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka kemiskinan Kabupaten Gresik saat ini mencapai kurang lebih 12,42%, dimana dari sekitar 1.280.000 warga Gresik masih ada 153.600 jiwa yang masih miskin. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Dinas Sosial atau Dinsos Gresik, bekerjasama dengan puluhan organisasi perempuan di Gresik untuk melakukan percepatan pendataan warga miskin.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat membuka kegiatan pemadanan Data Terpadu Kemiskinan Nasional (DTKS) di aula Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Jumat (30/9/2022).
Baca juga: Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19 Persen, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik menginginkan, organisasi perempuan ini dapat membantu mengawal pendataan di desanya masing-masing. Pasalnya di lapangan banyak terjadi penyelewengan data antara yang miskin dengan yang tidak.
"Nah bantuan tersebut kita mengacunya pada data BPS, maka saya dan Bu Ummi ini butuh bantuan organisasi perempuan ini untuk bisa mengetahui mana yang benar-benar butuh dan tidak, sehingga nanti angka kemiskinan akan cepat turun," ujar Bu Min.
Bu Min juga mengatakan, di bulan Oktober depan akan ada pendataan terpadu untuk memperbarui data kemiskinan yang ada saat ini.
Baca juga: Gresik Merdeka Carnival Disambut Meriah Warga Kota Pudak
"Data DTKS ini akan menjadi acuan dalam menerima bantuan, nah bulan Oktober nanti akan ada pendataan untuk mendapatkan bantuan selama 1 tahun kedepan" ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh menyampaikan, agenda kali ini akan berfokus pada program sosialisasi dari Dinsos terkait pendataan kemiskinan dan langkah dari pemerintah Kabupaten Gresik itu sendiri.
Baca juga: Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Senilai Rp250 juta untuk Korban Gempa NTT
"Jadi nanti kita akan fokus gencar sosialisasi pendataan kemiskinan di Gresik, program PKH inklusif, dan jika tidak ada halangan pada tanggal 1 Oktober nanti akan diluncurkan Universal Health Coverage (UHC), yang mana UHC ini untuk mencover warga miskin yang sama sekali belum terdaftar di BPJS," ucapnya.
Tak hanya Bu Min dan Kepala Dinsos Gresik, agenda ini juga dihadiri, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gresik Siti Qomariyah Ahmad Washil, serta 40 peserta yang tergabung dalam 30 organisasi perempuan Gresik, diantaranya PKK, Fatayat NU, IWAPI, KOPRI, dan lainnya. (sat)
Editor : Aries W