Kabupaten Kediri Akan Kembangkan Peternakan Sapi Perah Modern

JATIMPEDIA, Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berkomitmen mendukung percepatan investasi pengembangan sapi perah skala besar.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dalam forum diskusi terbatas bersama Direktorat Hilirisasi Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), baru-baru ini.

“Support investasi tidak boleh lambat,” kata Bupati Hanindhito saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Sekretariat Daerah, serta perwakilan dari PT Irfai Berkah Sejahtera (IBS), perusahaan peternakan lokal yang menjadi inisiator proyek.

PT IBS yang berbasis di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, berencana memperluas usahanya dari peternakan sapi pedaging ke sapi perah. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 700 ekor sapi pedaging dan 228 sapi perah.

Baca Juga  PNBP Minerba Capai Rp71 T Semester I-2025, Migas Rp39 T

Targetnya, populasi sapi perah akan ditingkatkan menjadi 3.000 ekor dalam lima tahun ke depan, dengan 500 ekor ditargetkan terbangun pada 2025. Sebagai langkah awal, perusahaan telah mendatangkan 100 ekor sapi perah dari Australia melalui skema joint shipment bersama PT Greenfield.

Pengiriman dilakukan pada 27 Juni 2025 dan saat ini ternak tersebut sedang menjalani masa karantina. Untuk mendukung ekspansi tersebut, PT IBS membutuhkan lahan seluas 23 hektare milik Pemerintah Kabupaten Kediri yang akan dimanfaatkan sebagai area kandang dan sumber pakan. Sementara industri pengolahan susu akan dibangun di atas lahan milik perusahaan sendiri.

Bupati Hanindhito menyatakan kesiapannya untuk mempercepat proses legalitas lahan tersebut. Dia meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat dan segera melaporkan bila menemui hambatan. “Saya tidak ingin investasi strategis seperti ini terhambat urusan administrasi,” ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota Kediri Terima Penghargaan Tata Kelola Kota Berkelanjutan

Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian Makmun menyatakan, pengembangan investasi sapi perah di daerah menjadi bagian dari agenda besar Kementan dalam memperkuat mata rantai hulu-hilir peternakan nasional.

“Pengembangan industri sapi perah seperti ini akan memperkuat ketahanan pangan hewani, membuka lapangan kerja, dan mendekatkan industri pengolahan ke sumber produksi. Ini selaras dengan arah kebijakan Kementan yang mendorong investasi langsung dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri,” kata Makmun.

Dalam forum itu, PT IBS juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi sosial melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebesar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta per tahun. Dana itu akan dialokasikan untuk perbaikan rumah tidak layak huni dan pemberdayaan masyarakat miskin usia produktif sebagai tenaga kerja di peternakan.

Baca Juga  Pengurus Komite Komunikasi Digital Jatim Dilantik, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Agar program ini dapat segera berjalan, proses pengalihan hak guna usaha (HGU) dari PD Margomulyo ke hak pengelolaan lahan (HPL) Pemda Kediri harus segera diselesaikan. Setelahnya, lahan tersebut akan dinilai oleh Kementerian ATR/BPN sebagai dasar skema kerja sama jangka panjang, baik melalui kerja sama pemanfaatan (KSP) selama 30 tahun atau kerja sama penyediaan infrastruktur (KSPI) hingga 50 tahun.

Kementerian Pertanian berharap model investasi ini dapat direplikasi di daerah lain, dengan dukungan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.(sat)