Serba Serbi

Upaya Cargill Gresik Minimalisir Limbah Organik dengan Edukasi Karyawan dan Masyarakat

Gresik, JP – Sebagai perusahaan penghasil coklat bahan baku makanan dan minuman, PT Cargill Cocoa and Chocolate Gresik terus berupaya meminimalkan limbah industri. Caranya dengan mengolah limbah organik industri kembali bermanfaat ke alam dengan menjadikan sebagai pupuk organik.

Tidak hanya di lingkungan internal perusahaan, PT Cargill Cocoa and Chocolate Gresik mengedukasi warga sekitar perusahaan untuk bersama-sama memanfaatkan sisa olahan industri coklat menjadi pupuk kompos. Selain untuk pembuatan kompos, limbah non organik seperti sampah plastik dikelola oleh Bank Sampah yang dibina oleh tim CSR PT Cargill Cocoa and Chocolate Gresik untuk didaur ulang.

Untuk pelatihan pembuatan kompos dari limbah organik, PT Cargill melibatkan Wahana Edukasi Alam Semesta (Wehasta) drai Trawas. Tim ini secara periodik mengajak karyawan internal Cargill dan warga sekitar di Kecamatan Manyar untuk bersama-sama belajar memproduksi pupuk organik dari sisa hasil produksi kakao.

Dalam pelatihan di lingkungan karyawan PT Cargill Cacao and Chocolate, Tim Wehasta memberikan informasi tentang limbah organik sisa produksi pabrik yang bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Di antaranya kulit coklat, ampas buah kakao, serta sisa produksi organik lainnya. Limbah tersebut kemudian dicampur dengan sejumlah bahan alam seperti sisa kulit buah, daun-daun, dan sisa makanan kemudian difermentasi.

Baca Juga  Bantu Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Cargi Terima Penghargaan ADINKES

Hasil dari fermentasi tersebut kemudian disimpan hingga terbentuk pupuk organik. Dari pelatihan yang sudah dilakukan selama ini, sisa hasil produksi dari limbah kakao nyaris tidak ada yang terbuang. Seluruhnya dimanfaatkan oleh tim internal PT Cargill Cacao and Chocolate serta warga sekitar untuk dijadikan pupuk.

Tim Wehasta juga memberikan pelatihan kepada warga sekitar. Mereka diberi pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik dari limbah rumah tangga serta perawatan tanaman buah dalam pot. Warga Manyar diberi bahan sisa produksi pabrik untuk didaur ulang menjadi pupuk kompos dan menyerukan gerakan penghijauan di lingkungan sekitar rumah masing-masing.

Jadi melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga organik maupun sisa hasil produksi kakao menjadi pupuk kompos. Sementara yang nonorganic dikumpulkan dan dijual ke Bank Sampah ungkap Adi Suprayitno, Admin & Relations Manager PT. Cargill Indonesia.

Baca Juga  Industri Mamin Berkontribusi 38 Persen di Industri Olahan

Dikatakan, Program Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari di Desa Manyarejo tersebut juga menargetkan kenaikkan reduksi sampah non organik dari timbunan awal  reduksi sampah organik melalui program pupuk kompos. Kemudian penambahan penghijauan yang semuanya dalam rangka menciptakan masyarakat desa mandiri  khususnya di bidang tata Kelola lingkungan.

Muhammad Mukhid, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyatakan, program CSR yang digagas oleh PT. Cargill Indonesia tersebut merupakan bentuk kolaborasi penta helix yaitu  pemerintah, media, komunitas, bisnis, dan akademisi yang diharapkan turut serta dalam tata kelola ingkungan khususnya penanganan sampah rumah tangga.

“Semoga inisiatif ini juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya  disekitar Manyar, untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih” tambahnya.

Baca Juga  KAI Hiasai Kereta Api dan Stasiun dengan Ornamen Merah Putih

Ditambahkan, program Bank Sampah dan Desa Hijau Lestari di Manyarejo diharapkan menjadi community center program, yaitu pemberdayaan masyarakat lanjutan menuju kemandirian wilayah desa di berbagai bidang diantaranya lingkungan, ekonomi, nutrisi, sanitasi dan komunikasi. Yudiono, Kepala Desa Manyarejo menyatakan “Pengembangan program bank sampah dan desa hijau lestari ini sejalan dengan program Desa Manyarejo yaitu City Green Garden yang menjadi program unggulan kami di Jawa Timur,” kata dia.

Sejalan dengan fokus tanggung jawab social PT. Cargill Indonesia dalam pilar “penanggulangan perubahan Iklim, pengembangan bank sampah dan desa hijau lestari tersebut juga akan mengkampanyekan penghematan, pendayagunaan dan pelestarian lingkungan, serta penanganan pemanasan global dalam rangka turut serta mensukseskan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 13 yaitu aksi memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Program tersebut tentunya juga akan dikembangkan di Desa Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun dan desa-desa lainnya di wilayah Kecamatan Manyar dan sekitarnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *