PHE ONWJ Terapkan EVE Ejector di Lapangan Bravo dan Lapangan Echo

JATIMPEDIA, Jakarta – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menerapkan inovasi extended vacuum entrainment ejector (EVE Ejector) di Lapangan Bravo dan Lapangan Echo, di lepas pantai Laut Jawa.

Menurut General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama, inovasi itu berhasil meningkatkan kinerja operasi dan perlindungan lingkungan, khususnya stabilitas tekanan pipa bawah laut dan menekan emisi.

“Permasalahan utama yang dihadapi ialah tingginya volume gas di flow station atau fasilitas pemrosesan migas yang tidak dapat dimanfaatkan karena tekanan rendah dan tidak stabil. Namun Akibatnya akumulasi gas suar bakar pun meningkat. Rendahnya tekanan gas suar bakar ini sebelumnya tidak bisa dimanfaatkan,” kata Muzwir Wiratama dalam keterangannya uang dikutip di Jakarta, Jumat (03/1/2025).

Namun, kata dia, dengan EVE Ejector, tekanan gas suar bakar yang sebelumnya sangat rendah bisa dinaikkan hingga ke batas minimal pemrosesan.

“Dampaknya, gas yang sebelumnya hanya dibakar, dapat dimanfaatkan kembali, baik untuk komersial ke industri seperti pupuk atau dialirkan ke sumur minyak sebagai pendorong hidrokarbon. Inovasi tersebut juga sejalan dengan komitmen Perusahaan untuk menjalankan operasi yang selamat, andal, efisien, dan ramah lingkungan, dengan memastikan gas suar yang dilepaskan sesuai batas baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah,” paparnya.

Baca Juga  PHE ONWJ Memulai Proyek Pengembangan Lapangan OO-OX

Sementara pembakaran gas suar merupakan proses pelepasan gas alam yang tidak terpakai dari peralatan produksi minyak dan gas dengan cara dibakar.

“Tujuan pembakaran tersebut untuk mengontrol tekanan berlebih dalam sistem produksi untuk memastikan keselamatan operasi migas,” ujarnya.

Mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Gas Suar pada kegiatan migas, pembakaran gas suar rutin diperbolehkan. Namun, praktik itu menghasilkan emisi.

Disebutkan juga bahwa pengembangan EVE Ejector dilatarbelakangi kendala kinerja operasi gas di Lapangan Bravo dan Lapangan Echo yang sudah berusia lebih dari 40 tahun.“Berbeda dengan alat ejektor lainnya yang berfungsi mengkonversi energi tekanan menjadi energi kinetik, EVE Ejector berfungsi menghisap gas dengan tekanan rendah yang kemudian dimanfaatkan,” jelasnya.

Baca Juga  Menteri ESDM : Harga Pertalite Masih Bisa Turun, Asal

Hasilnya, kata dia, inovasi tersebut tidak saja meningkatkan stabilitas tekanan pipa bawah laut, tetapi juga mampu menekan emisi, serta memberikan nilai tambah signifikan bagi kinerja operasi Perusahaan.

“EVE Ejector pertama kali diimplementasikan pada 1 Juli 2023. Selama satu tahun penggunaan, terlihat dampak yang signifikan. Kamiq mampu mengoptimalkan 6,6 juta standar kubik gas (MMSCF) menggunakan EVE Ejector,” tukasnya.

“Berkat EVE Ejector, tekanan jaringan pipa bawah laut juga menjadi lebih stabil. Hal itu berdampak pada meningkatnya produksi sumur dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan, dengan bertambahnya produksi Lapangan Bravo sebesar 153 barel minyak per hari (BOPD),” sambung Muzwir.

Selain berdampak positif pada efisiensi produksi, invoasi itu juga mendukung komitmen environmental, social, and governance (ESG) Perusahaan. Dengan alat tersebut, PHE ONWJ berhasil menekan gas suar bakar dan mendukung target pemerintah.

Baca Juga  Pemerintah Bakal Ganti PLTD Dengan Energi Terbarukan

EVE Ejector berkontribusi menurunkan emisi karbon dioksida hingga 447 ton ekuivalen per tahun. Hal itu sejalan dengan misi Pertamina mendukung capaian net zero routine flaring, sesuai target World Bank pada 2030.

EVE Ejector, yang telah memperoleh sertifikat hak panten oleh Kementerian Hukum dan HAM RI pada Desember 2023, memiliki potensi untuk direplikasi di lapangan-lapangan migas lainnya di Indonesia.

Inovasi EVE Ejector tersebut telah dipresentasikan dalam forum internasional, Society Petroleum Engineers Workshop, awal 2024 lalu. Perusahaan migas seperti Petronas Malaysia dan PTTEP dari Thailand turut merespons positif dan mengapresiasi.

“Melalui kehadiran EVE Ejector, PHE ONWJ memberikan bukti nyata bahwa inovasi teknologi dapat menjadi kunci untuk masa depan energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(raf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *