JATIMPEDIA, Jember - Peralihan konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite disebut menjadi salah satu faktor pemicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) hingga 100 persen kepada Pertamina untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Sartini saat mengudara dalam program Halo RRI, Rabu, 14 Oktober 2026. Menurutnya, antrean di SPBU saat ini lebih banyak terjadi pada pengisian Pertalite, sedangkan pengisian Pertamax relatif lancar.
“Dari yang awalnya mengonsumsi Pertamax, beralih ke Pertalite. Sehingga dilihat di lapangan, antrean di SPBU itu Pertalite. Kalau yang menggunakan Pertamax relatif lancar,” ujarnya.
Sartini menyebutkan, berdasarkan data per Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 08.30 WIB, stok Pertalite di Kabupaten Jember tercatat sekitar 419 kiloliter, sementara kebutuhan hariannya mencapai 570 kiloliter.
Sebaliknya, stok Pertamax tercatat sebanyak 122 kiloliter, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan harian yang mencapai sekitar 81 kiloliter. Adapun stok solar mencapai 378,9 kiloliter, dengan kebutuhan harian sekitar 275,95 kiloliter.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, pasokan berbagai jenis BBM sekitar 520 kiloliter masih dalam perjalanan menuju Jember dari depo Banyuwangi dan Surabaya. Pengiriman diperkirakan membutuhkan waktu tujuh hingga delapan jam.
Pemkab Jember juga telah mengirimkan surat kepada Pertamina pusat dan Pertamina Patra Niaga wilayah Malang untuk meminta penambahan kuota BBM hingga 100 persen. Namun, realisasi penambahan kuota tersebut tetap bergantung pada kebijakan Pertamina dan ketersediaan pasokan.
“Walaupun pemerintah sudah mengajukan tambahan, kalau permintaan penambahan 100 persen tidak bisa dipenuhi karena kebutuhan BBM di seluruh Indonesia meningkat, kami tidak bisa berbuat banyak. Kuncinya ada di Pertamina,” kata Sartini.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Jember mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun menimbun bahan bakar. Pengecer juga diingatkan agar tidak memanfaatkan situasi dengan membeli BBM di SPBU untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Pemkab berharap masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean di SPBU tidak semakin panjang.
Editor : Rofiq