JATIMPEDIA, Sidoarjo - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan cadangan beras nasional tetap aman di tengah ancaman fenomena El Nino. Dengan stok yang mencapai 4,5 juta ton, pemerintah optimistis kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi hingga pertengahan 2027.
Ahmad Rizal mengatakan realisasi pengadaan beras untuk penugasan Public Service Obligation (PSO) telah mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton. Hal itu disampaikan saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Surabaya, Sidoarjo, .
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil penyerapan beras petani sejak awal tahun bersama sejumlah pemangku kepentingan. Stok Bulog bahkan sempat mencapai puncak 5,4 juta ton pada pertengahan September.
Ia menjelaskan, selain stok Bulog sebesar 4,5 juta ton, terdapat sekitar 10 juta ton beras yang beredar di masyarakat serta hasil panen yang masih dalam proses pertumbuhan (standing crop).
Meski Kementerian Pertanian memperkirakan produksi beras tahunan berpotensi turun dari 12 juta ton menjadi 9–10 juta ton akibat El Nino, Bulog menilai ketersediaan pangan masih mencukupi. Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,2 juta ton per bulan, stok diproyeksikan tetap mampu menopang kebutuhan hingga Juli 2027.
Ahmad Rizal menambahkan, puncak panen berikutnya diperkirakan berlangsung pada Maret atau April 2027. Kondisi tersebut diharapkan semakin memperkuat cadangan beras nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah ancaman perubahan iklim.
Ia pun optimistis kondisi ini menjadi salah satu indikator tercapainya swasembada pangan berkelanjutan pada 2026, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.
Editor : Taufiq