JATIMPEDIA, Banyuwangi - Festival Gandrung Sewu 2026 melibatkan musisi cilik dari kalangan pelajar sekolah dasar hingga menengah pertama untuk mengiringi pergelaran seni kolosal di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, pada 24 Oktober 2026. Pelibatan generasi muda ini menjadi bagian dari upaya regenerasi seniman sekaligus menjaga keberlanjutan musik tradisional Banyuwangi.
Salah satu musisi cilik yang terlibat adalah Azril Fadhil Alfarizqi, siswa SDN 2 Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Ia dipercaya memainkan alat musik tradisional kuntulan dalam festival yang tahun ini mengusung tema Kembang Dermo tersebut.
Azril mengaku bangga mendapat kesempatan tampil dalam salah satu agenda budaya unggulan Banyuwangi. Kecintaannya terhadap musik tradisional tumbuh sejak usia dini, terutama melalui kebiasaannya memainkan alat musik rebana di rumah.
“Saya senang memainkan alat musik tradisional, khususnya kuntulan ini. Apalagi diberikan kesempatan bermain di Gandrung Sewu 2026, saya sangat senang,” ungkap Azril, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ayah Azril, Rio Ardian Fadilillah, mengatakan bakat bermusik putranya terlihat sejak berusia sekitar dua tahun. Azril kerap memperhatikan latihan di sanggar kuntulan milik keluarga hingga akhirnya mencoba memainkan alat musik secara mandiri.
“Dulu pas masih kecil, Azril tiba-tiba memainkan alat musik rebana milik saya. Di rumah saya ada sanggar kuntulan, ternyata diam-diam dia memperhatikan saya saat sedang berlatih di rumah,” kenang Rio.
Menurut Rio, Azril tidak pernah mengikuti kursus musik secara khusus sejak kecil. Kemampuannya berkembang melalui kebiasaan mengamati dan mencoba memainkan alat musik yang ada di lingkungan rumah.
Penata musik Gandrung Sewu 2026, Adlin Mustika Alam, mengatakan keterlibatan anak-anak memberikan warna tersendiri dalam proses persiapan pertunjukan. Namun, melatih musisi usia sekolah membutuhkan kesabaran dan pendekatan khusus agar mereka tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga mampu memahami rasa dalam bermusik.
“Dalam tahapan bermusik, khususnya anak-anak, tahapannya berawal dari bakat, dasar, insting, hafalan, lalu rasa. Tantangan saya sendiri melatih anak-anak yang sudah memiliki insting bagus ini untuk naik lagi agar bisa merasakan,” jelas Adlin.
Pelibatan musisi muda diharapkan menjadi ruang belajar langsung bagi generasi penerus untuk mengenal dan mengembangkan seni tradisi. Melalui pengalaman tampil dalam festival berskala besar, anak-anak juga mendapat kesempatan mengasah kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
Gandrung Sewu 2026 akan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Pantai Boom Marina dengan tema Kembang Dermo. Sebelum puncak acara, rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pada 22 Oktober dengan pertunjukan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk, kemudian dilanjutkan Musik Jalanan dan Gandrung Terob pada 23 Oktober 2026.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-18962-festival-gandrung-sewu-banyuwangi-bakal-diramaikan-musisi-cilik