JATIMPEDIA, Pasuruan - Perusahaan tembakau asal Korea Selatan, KT&G (Korea Tomorrow & Global), mengoperasikan pabrik kedua dan ketiganya di Indonesia yang berlokasi di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan.
Peresmian dua fasilitas produksi tersebut dilakukan pada Selasa (6/10/2026) dan menjadi bagian dari investasi KT&G senilai sekitar 453 juta dolar AS atau setara Rp6,9 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi di Indonesia.
Dengan beroperasinya dua pabrik baru tersebut, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar 14 miliar menjadi 35 miliar batang per tahun.
CEO KT&G Bang Kyung Man mengatakan pembangunan dua pabrik baru tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mengembangkan bisnis sekaligus berkontribusi terhadap masyarakat Indonesia.
"Hari ini kami menepati janji kami kepada pemerintah dan masyarakat dengan meresmikan pabrik kedua dan ketiga KT&G di PIER," katanya.
Menurut Bang, pembangunan fasilitas produksi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Bagi kami, pabrik bukanlah soal peralatan, tetapi yang utama adalah manusia untuk berkembang bersama masyarakat Pasuruan," ujarnya.
Dua pabrik baru di PIER memiliki kapasitas produksi hingga 21 miliar batang per tahun. Produksinya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor.
Dengan total kapasitas mencapai 35 miliar batang per tahun, fasilitas produksi KT&G di Indonesia akan menjadi salah satu bagian penting dalam jaringan bisnis global perusahaan untuk menjangkau lebih dari 90 negara.
KT&G sendiri merupakan perusahaan tembakau global asal Korea Selatan yang produknya telah dipasarkan di lebih dari 140 negara. Di Indonesia, perusahaan tersebut antara lain memasarkan merek ESSE dan JUARA.
Ekspansi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini KT&G telah mempekerjakan 459 pekerja lokal. Adapun pembangunan pabrik kedua dan ketiga diperkirakan dapat menciptakan sekitar 1.130 lapangan pekerjaan.
Keberadaan fasilitas baru tersebut juga diharapkan mendorong aktivitas industri pendukung, jasa logistik, dan rantai pasok di kawasan PIER.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan Jawa Timur memiliki peran penting dalam industri tembakau nasional karena merupakan salah satu daerah penghasil tembakau dan produk rokok terbesar di Indonesia.
"Jawa Timur memang merupakan penghasil tembakau dan rokok terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 51 persen secara nasional, dengan kontribusi pajak sebesar Rp135 triliun per tahun," ujarnya.
Menurut Adhy, potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat pengembangan industri berbasis tembakau dan ekosistem industri di Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Alif Abadi mengatakan beroperasinya dua pabrik baru KT&G menjadi sinyal positif terhadap perkembangan investasi dan industri di Jawa Timur.
"Kami optimistis beroperasinya pabrik kedua dan ketiga KT&G ini akan memberikan dampak ekonomi yang positif, tidak hanya bagi kawasan industri, tetapi juga bagi Jawa Timur secara lebih luas," katanya.
Ia menilai investasi tersebut dapat memberikan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan industri pendukung, serta peningkatan kebutuhan jasa logistik dan rantai pasok.
"Yang paling penting, investasi ini juga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan berbagai sektor pendukung. Ini tentu menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekosistem industri di Jawa Timur," ujarnya.
Peresmian pabrik turut dihadiri Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon Gu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asriri, serta jajaran Direksi PT SIER selaku pengelola kawasan PIER.
Editor : Arif