Pertamina Berhasil Dongkrak Produksi Sumur BN-38 hingga 91 Kali Lipat

JATIMPEDIA, Bulungan - PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil meningkatkan produksi sumur BN-38 di Lapangan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, melalui kegiatan well intervention atau intervensi sumur.

Senior Manager Bunyu Field Ruri Heriandi mengatakan, produksi minyak sumur tersebut meningkat signifikan dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel setelah dilakukan intervensi.

“Keberhasilan well intervention pada sumur ini mencatatkan peningkatan produksi yang signifikan dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi setelah intervensi dilakukan,” kata Ruri di Pulau Bunyu, Bulungan, Selasa.

Tidak hanya produksi minyak, peningkatan juga terjadi pada produksi gas. Sumur BN-38 menghasilkan sekitar 0,52 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), atau jauh di atas target 0,10 MMSCFD.

Ruri menjelaskan, keberhasilan tersebut diawali evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bawah permukaan. Analisis diperbarui dengan menggunakan data subsurface, termasuk data saturasi log, untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon yang masih tersisa.

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar penerapan strategi intervensi, salah satunya water shut off dengan mengisolasi dan menyemen interval sumur yang terindikasi menghasilkan air. PEP Bunyu Field juga melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus mengurangi masuknya air.

Evaluasi menunjukkan interval J-72 masih memiliki potensi hidrokarbon yang belum diproduksikan secara optimal. Karena itu, perusahaan membuka kembali interval tersebut sebagai bagian dari intervensi Sumur BN-38.

“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” ujar Ruri.

General Manager Zona 10 Darmapala mengatakan, Pertamina terus mendorong penerapan teknologi dan inovasi dalam pemeliharaan, perbaikan, hingga reaktivasi sumur untuk meningkatkan produktivitas dan recovery rate sekaligus memperpanjang usia aset.

Menurutnya, keberhasilan BN-38 membuktikan bahwa optimalisasi sumur eksisting masih dapat memberikan tambahan produksi yang signifikan, terutama di tengah tantangan pengelolaan lapangan migas yang telah berusia matang.

“Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” kata Darmapala.

PEP Bunyu Field akan terus menjaga keberlanjutan produksi dari Lapangan Bunyu sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional.

PEP Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia.

Editor : Rizky

Berita Terbaru