JATIMPEDIA, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut kolaborasi dengan perangkat lingkungan menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Mojokerto.
Berdasarkan pemutakhiran data per Rabu (19/8/2026) pukul 12.00 WIB, Kota Mojokerto menempati peringkat keempat secara nasional dari 43 kabupaten/kota yang menjadi lokasi uji coba. Sebanyak 25.944 kepala keluarga (KK) telah terdaftar dari total 49.398 KK atau mencapai 52,52 persen.
Menurut Ika, capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan Ketua RT dan RW sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Pemkot Mojokerto juga melibatkan TP PKK, kader motivator, dan karang taruna untuk memperluas jangkauan pendaftaran.
“Untuk menyukseskan Perlinsos, Pemkot Mojokerto juga bersinergi dengan para RT dan RW yang merupakan lapisan paling dekat dengan masyarakat. Tak hanya itu, organisasi kemasyarakatan lain, seperti TP PKK, kader motivator, dan karang taruna, juga kita libatkan serta strategi jemput bola juga digencarkan hingga ke tingkat kelurahan,” ujar Ika.
Agen Perlinsos di setiap kelurahan turut memanfaatkan berbagai kegiatan masyarakat, seperti PKK, posyandu, pengajian, serta pertemuan RT/RW untuk membantu warga melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data secara langsung.
Uji coba Perlinsos Digital menyasar keluarga berdasarkan proyeksi kelompok Desil 1 hingga 4 di masing-masing wilayah. Pemkot Mojokerto terus mendorong perluasan cakupan pendataan sebelum masa uji coba berakhir pada akhir Agustus 2026.
Ika mengimbau masyarakat yang belum terdata atau perlu memperbarui data agar segera memanfaatkan layanan Perlinsos Digital. Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui portal Perlinsos dengan aktivasi IKD atau dengan datang ke kantor kelurahan untuk memperoleh pendampingan petugas maupun agen Perlinsos.
“Bagi masyarakat yang belum terdata atau masih perlu melakukan pemutakhiran data Perlinsos, kami mengimbau untuk segera memanfaatkan layanan yang tersedia,” pungkasnya.
Editor : Arif