Pemkot Kediri Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Pendidikan yang Sehat dan Aman

JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kota Kediri mendorong pondok pesantren menjadi ruang pendidikan yang sehat, aman, dan nyaman bagi para santri, baik dari sisi fisik maupun mental.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri.

Vinanda mengatakan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pembinaan pesantren tidak cukup hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan, keamanan, lingkungan, dan perlindungan santri.

Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Kediri, terdapat 68 pondok pesantren di Kota Kediri. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi untuk memperkuat Kota Kediri sebagai salah satu pusat pendidikan agama di Jawa Timur.

“Kalau kita berbicara tentang pesantren, yang dibahas bukan hanya pendidikan agama. Ada kesehatan, keamanan, lingkungan, perlindungan anak, kualitas sumber daya manusia, dan masa depan Kota Kediri yang juga harus kita pastikan,” ujar Vinanda.

Menurutnya, pola hidup komunal di pesantren membutuhkan perhatian terhadap kebersihan kamar, sanitasi, pengelolaan sampah, makanan dan air bersih, serta kebersihan diri. Edukasi mengenai gizi, anemia, kesehatan reproduksi, aktivitas fisik, dan kesehatan mental juga perlu diperkuat.

“Pesantren sehat tidak cukup hanya dilihat dari kebersihan lingkungannya. Yang lebih penting, pesantren mampu mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial para santri,” jelasnya.

Vinanda juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang bebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, kekerasan seksual, dan intimidasi. Menurutnya, proses pendidikan dan kedisiplinan tidak boleh dilakukan dengan cara yang merendahkan atau menggunakan kekerasan.

“Santri harus merasa aman ketika bertanya, menyampaikan masalah, maupun mencari pertolongan saat menghadapi sesuatu yang tidak baik. Pesantren harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang mereka,” katanya.

Dari sisi layanan kesehatan, Pemkot Kediri melalui Dinas Kesehatan telah melakukan pembinaan terhadap pesantren. Pada 2024, sebanyak 40 pesantren mendapat pembinaan dan 35 di antaranya telah memiliki pos kesehatan pesantren (poskestren) aktif.

Vinanda berharap poskestren dapat diperluas ke seluruh pesantren dan tidak hanya berfungsi saat santri sakit, tetapi juga menjadi pusat edukasi serta pencegahan masalah kesehatan.

Penguatan kader kesehatan santri atau santri husada juga dinilai penting untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat dari lingkungan pesantren sendiri.

Menurut Vinanda, pesantren sehat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pesantren, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, puskesmas, tenaga kesehatan, dan santri.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama. Pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi setiap santri untuk tumbuh dan berkembang, sehingga Kota Kediri dapat menjadi pusat pendidikan agama yang sehat, aman, nyaman, dan berkemajuan,” pungkasnya.

Berita Terbaru