JATIMPEDIA, Malang - Pemerintah Kota Malang mendorong Perumda Tunas untuk mengembangkan seluruh lini usaha yang dimiliki. Selama ini, keberadaan BUMD tersebut lebih banyak dikenal melalui aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH), meski terdapat sejumlah sektor lain yang tetap berjalan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, beberapa unit usaha Perumda Tunas sebenarnya masih memberikan pemasukan. Namun, pengelolaannya dinilai belum mampu menghasilkan kontribusi secara maksimal.
“Yang terlihat memang RPH, tetapi yang lainnya juga sebenarnya berjalan. Ada yang menghasilkan pendapatan, hanya saja belum optimal,” ujar Wahyu.
Menurutnya, salah satu faktor yang menghambat pengembangan bisnis Perumda Tunas adalah belum terisinya posisi direksi secara definitif. Pemkot Malang pun berencana mempercepat proses seleksi dan pengisian jabatan tersebut.
Wahyu berharap kehadiran direksi definitif nantinya dapat membuat pengelolaan perusahaan lebih terarah sekaligus mendorong peningkatan pendapatan.
“Kita akan kejar ini. Mudah-mudahan pengisiannya bisa dipercepat sehingga potensi yang ada dapat lebih dioptimalkan,” katanya.
Wahyu menyebut Perumda Tunas memiliki sejumlah peluang usaha yang masih bisa dikembangkan. Salah satunya berasal dari bisnis persewaan tempat yang selama ini telah memberikan pemasukan.
“Potensinya cukup banyak, seperti sewa tempat dan lainnya. Itu juga memberikan pendapatan,” ujarnya.
Bahkan, pendapatan dari sektor tersebut disebut telah mampu mencatatkan surplus dibandingkan target yang sebelumnya ditetapkan.
Pemkot Malang berharap pembenahan struktur manajemen, khususnya melalui pengisian direksi definitif, dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kinerja Perumda Tunas. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, berbagai potensi usaha diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan perusahaan.
Editor : Rofiq