JATIMPEDIA, Flores - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggratiskan layanan penyeberangan untuk mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, perusahaan bergerak bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat.
“Di tengah upaya penanganan dampak gempa bumi di NTT, ASDP bergerak bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak,” ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Untuk mendukung distribusi bantuan, ASDP menyiapkan KMP Ile Labalekan guna mengangkut logistik dari Pelabuhan Bolok, Kupang, menuju Ende. Kapal dijadwalkan berangkat pada Minggu (16/8) pukul 21.00 WITA, setelah bantuan logistik tiba di Pelabuhan Bolok sekitar pukul 19.00 WITA.
Heru menegaskan, konektivitas antarpulau memiliki peran penting dalam kondisi tanggap darurat karena dapat mempercepat mobilisasi bantuan menuju daerah yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan jalur transportasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam penanganan serta pemulihan,” katanya.
Bantuan yang diangkut berasal dari berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Sedikitnya terdapat 17 kendaraan pengangkut bantuan, terdiri atas lima truk sedang dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah V, delapan kendaraan pikap dari Telkom, Indosat dan BPBD, dua ambulans dari Polda setempat, serta dua mobil dari BPTD.
Selain mengangkut bantuan dari instansi terkait, ASDP juga membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas dan instansi lain untuk ikut berkontribusi. Bantuan berupa barang atau logistik dapat diserahkan di Pelabuhan Bolok.
Adapun kebutuhan yang dapat dikirim meliputi makanan, air minum, obat-obatan dan perlengkapan medis, pakaian, selimut, perlengkapan tidur, tenda, popok dan kebutuhan bayi, serta kebutuhan darurat lainnya.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk memperkuat penanganan bencana dan mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menguatkan upaya kemanusiaan ini. ASDP mendukung dari sisi konektivitas dan fasilitas penyeberangan, sementara bantuan yang terkumpul menjadi bagian dari kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Windy.
Masyarakat yang ingin berkoordinasi terkait jadwal keberangkatan maupun penyerahan bantuan dapat menghubungi Akbar di 0852-5220-0782. Bantuan harus dikemas dengan baik, aman dan layak kirim. Barang mudah pecah wajib diberi penanda “Fragile”, sementara barang berbahaya, mudah terbakar, beracun, maupun barang yang dilarang sesuai ketentuan tidak dapat diterima.
KMP Ile Labalekan sendiri beroperasi secara rutin sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. ASDP memastikan akan terus mendukung masyarakat NTT melalui armada, konektivitas, fasilitas kepelabuhanan dan sumber daya yang dimiliki guna membantu penanganan sekaligus mempercepat pemulihan pascagempa.
Bagi ASDP, dukungan tersebut tidak sekadar menghubungkan wilayah melalui layanan penyeberangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan bantuan dan kepedulian dengan masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Editor : Rizky