JATIMPEDIA, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Juni 2026 masih relatif stabil. Dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) Juni 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 225 atau minus 3 persen secara tahunan (yoy). Meski terkontraksi, angka tersebut membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang terkontraksi 3,9 persen (yoy).
“Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan kelompoknya, penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori tumbuh 18,8 persen (yoy), Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh 2,8 persen (yoy), dan Kelompok Barang Lainnya tumbuh 1,1 persen (yoy).
Sementara, sejumlah kelompok lainnya mencatatkan perbaikan meskipun masih berada di zona kontraksi.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terkontraksi 3,6 persen (yoy), membaik dibandingkan dengan kontraksi 4,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Subkelompok Sandang juga terkontraksi 3,1 persen (yoy).
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Juni 2026 tumbuh 0,7 persen (mtm), berbalik dari kontraksi 1,5 persen (mtm) pada Mei 2026.
Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan penjualan pada Kelompok Barang Lainnya, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang masing-masing tumbuh 6,9 persen (mtm), 3,7 persen (mtm), dan 2,8 persen (mtm). Pada Mei 2026, ketiga kelompok tersebut masing-masing terkontraksi 9,2 persen, 4,7 persen, dan 0,7 persen (mtm).
Selain itu, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 3,5 persen dan 0,1 persen (mtm).
“Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah,” ujar Ramdan.
Lebih lanjut, BI memproyeksikan kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 akan meningkat dan keluar dari zona kontraksi secara tahunan.
IPR Juli 2026 diprakirakan tumbuh 0,9 persen (yoy) menjadi 224,4, berbalik dari kontraksi pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan kelompoknya, peningkatan kinerja penjualan diprakirakan didorong kenaikan penjualan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tumbuh 1,6 persen (yoy), serta tetap positifnya pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori sebesar 10,8 persen (yoy) dan Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya sebesar 2,5 persen (yoy).
Meski demikian, secara bulanan kinerja penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan terkontraksi 0,3 persen (mtm), meski lebih baik dibandingkan dengan Juli 2025 yang mengalami kontraksi 4,1 persen (mtm).
Berdasarkan kelompoknya, Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya yang tumbuh 9,5 persen (mtm) dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang tumbuh 5,3 persen (mtm) diprakirakan menopang kinerja penjualan seiring dengan mulai masuknya periode sekolah pada Juli 2026.
Sementara, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang terkontraksi 0,9 persen (mtm) serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi yang terkontraksi 1,8 persen (mtm) diprakirakan menahan perbaikan kinerja penjualan secara keseluruhan.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17938-bi-kinerja-penjualan-eceran-juni-2026-relatif-stabil