JATIMPEDIA, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp589 miliar pada Mei 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, laba bersih perseroan mencapai Rp3,4 triliun atau tumbuh 17%, memperkuat prospek kinerja sekaligus menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham BRIS.
Realisasi tersebut setara 41�ri proyeksi laba setahun penuh Verdhana Sekuritas, sehingga dinilai masih sejalan dengan ekspektasi. Verdhana memperkirakan pertumbuhan pembiayaan akan tetap solid dengan dukungan biaya dana (cost of fund) yang stabil, sehingga net financing margin (NFM) dapat dipertahankan.
"Return on Average Equity (ROAE) meningkat menjadi 13,9% pada Mei 2026 dari 13,3% pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh penurunan biaya kredit menjadi 0,8�ri sebelumnya 1,1%," tulis Verdhana dalam risetnya.
Pada saat yang sama, pendapatan pembiayaan bersih (net financing income) naik 8% menjadi Rp1,7 triliun. Secara kumulatif hingga Mei 2026, nilainya mencapai Rp9 triliun atau sekitar 40�ri estimasi Verdhana.
Sementara itu, laba sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) meningkat 4% menjadi Rp963 miliar pada Mei 2026. Pertumbuhan tersebut terjadi meski kenaikan beban operasional membatasi laju peningkatan pendapatan.
Dari sisi neraca, Verdhana menilai fundamental BRIS tetap kuat. Pembiayaan tumbuh 15%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17%, sehingga rasio pembiayaan terhadap DPK (financing to deposit ratio/FDR) tetap terjaga di level 88,8%.
Berdasarkan kinerja tersebut, Verdhana mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BRIS dengan target harga Rp3.250 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 90�ri posisi saat ini, dengan asumsi price to book value (PBV) sebesar 2,6 kali. Saat ini, saham BRIS diperdagangkan pada valuasi sekitar 1,6 kali PBV, yang dinilai masih relatif murah.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-17171-hingga-mei-bank-bsi-cetak-laba-rp34-triliun