JATIMPEDIA, Surabaya - Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan adanya potensi tambahan produksi minyak nasional yang berasal dari sumur-sumur minyak rakyat di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Dalam laporan kepada Menteri ESDM dan jajaran pimpinan sektor energi, Djoko menyebut terdapat sekitar 450 sumur minyak masyarakat yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan estimasi awal, setiap sumur mampu menghasilkan sekitar 1 hingga 3 barel minyak per hari.
"Jika seluruh sumur tersebut berproduksi optimal, potensi tambahan produksi dapat mencapai 500 hingga 1.500 barel per hari," kata Djoko.
Menurutnya, potensi ini menjadi peluang strategis untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan lifting minyak nasional. Selain memperkuat pasokan energi dalam negeri, keberadaan sumur rakyat juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Saat ini, SKK Migas bersama Direktorat Jenderal Migas, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan tim satuan tugas tengah menyiapkan proses legalisasi serta tata kelola produksi agar minyak dari sumur masyarakat dapat masuk ke dalam sistem produksi nasional secara resmi.
Djoko menargetkan seluruh proses administrasi dan koordinasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Dengan demikian, produksi dari sumur-sumur rakyat di Bangkalan dapat segera memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target lifting minyak nasional.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara SKK Migas, KKKS, Ditjen Migas, badan usaha, dan Kementerian ESDM menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi migas yang dimiliki daerah.
“Bersama kita bisa meningkatkan lifting minyak nasional,” ujar Djoko
Editor : Eka Sapto