Antisipasi Kemacetan, Pelindo Sediakan Buffer Area di Tanjung Perak

JATIMEDIA, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kelancaran arus logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Salah satu langkah yang diterapkan adalah penyediaan buffer area atau area penyangga bagi kendaraan truk muatan kapal roll on-roll off (roro) guna mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Penyediaan buffer area dilakukan sebagai respons atas meningkatnya jumlah kendaraan logistik yang selama ini menunggu jadwal keberangkatan kapal dengan memarkirkan truk di bahu jalan. Kondisi tersebut kerap memicu antrean panjang dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan akses menuju pelabuhan.

Humas Pelindo Sub Regional Jawa, Yuanita Dewi Pratiwi, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan menciptakan sistem antrean yang lebih tertib sekaligus menjaga kelancaran mobilitas kendaraan di kawasan pelabuhan.

“Latar belakang utama penyediaan buffer area adalah meningkatnya volume kendaraan muatan kapal roro yang sebelumnya parkir di bahu jalan dan memicu kemacetan,” ujar Yuanita, Senin (1/6/2026).

Sebelum fasilitas tersebut tersedia, antrean truk kerap mengular di pinggir jalan sambil menunggu jadwal kapal. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi itu juga menimbulkan ketidakteraturan dalam proses antrean kendaraan yang akan memasuki terminal.

Kini, seluruh kendaraan muatan kapal roro diarahkan untuk menunggu di buffer area yang telah disiapkan hingga waktu open gate terminal diberlakukan. Setelah gerbang terminal dibuka sesuai jadwal, kendaraan baru diperbolehkan bergerak menuju lokasi tujuan.

Saat ini Pelindo telah menyiapkan tiga titik buffer area, yakni di Area Kalimas Pos 3 dan Pos 4, Area RTK 2, serta Area Kalimas Pos 5. Total kapasitas yang tersedia mencapai sekitar 230 unit truk.

Menurut Yuanita, seluruh kendaraan muatan diwajibkan menggunakan buffer area dan tidak lagi diperkenankan berhenti atau parkir di bahu jalan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan ketertiban operasional di lingkungan pelabuhan.

Dari sisi operasional, pengaturan antrean dilakukan melalui sistem informasi open gate, koordinasi petugas di lapangan, serta penyesuaian jadwal pelayanan kapal. Ke depan, Pelindo juga berencana memperkuat sistem digital guna meningkatkan efisiensi layanan dan pengelolaan antrean kendaraan.

Sejauh ini, keberadaan buffer area dinilai cukup efektif dalam mengurangi kepadatan kendaraan di akses utama Pelabuhan Tanjung Perak. Antrean truk yang sebelumnya banyak terlihat di pinggir jalan mulai berkurang, meskipun evaluasi dan penyempurnaan sistem terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode tertentu.

Penerapan sistem tersebut juga mendapat respons positif dari para sopir truk maupun pelaku usaha logistik. Mereka menilai keberadaan buffer area membantu menciptakan antrean yang lebih tertib, meningkatkan kenyamanan operasional, serta mendukung kelancaran distribusi barang melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Berita Terbaru