JATIMPEDIA, Gresik - Event kuliner kekinian bertajuk FOMO Land resmi digelar di area outdoor Icon Mall Gresik pada 1–17 Mei 2026. Festival ini langsung mencuri perhatian warga karena menghadirkan konsep unik yang memadukan kuliner viral dengan hiburan interaktif.
Mengusung tema “Food & Motion”, FOMO Land tak sekadar jadi tempat berburu makanan hits, tapi juga menghadirkan pengalaman rekreasi yang seru dan instagramable. Dekorasi bernuansa pastel, photobooth estetik, hingga area hiburan menjadikan event ini sebagai destinasi favorit, khususnya bagi generasi muda.
Marcom Director XO Corporate dari XO Production, Angela Fertilisty, mengatakan bahwa event ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
“FOMO Land kami hadirkan sebagai ruang bagi UMKM, khususnya di Gresik, untuk memperkenalkan produknya sekaligus memperluas pasar,” ujarnya.
Sebanyak lebih dari 50 tenant kuliner ikut meramaikan festival ini dengan lebih dari 100 varian menu yang tengah viral. Pengunjung bisa menemukan beragam makanan, mulai dari sushi, pizza, mie terbang, hingga aneka kentang ala Taiwan dan Belanda.
Minuman kekinian seperti matcha dan es longan juga menjadi incaran, ditambah menu unik yang belum pernah ada di Gresik seperti Watermelon Bliss dan Fire Paan.
Yang membuat FOMO Land berbeda dari festival kuliner lainnya adalah konsep tematik yang fresh. Jika sebelumnya XO Production sukses dengan festival Sunthai Street Food, kini mereka tampil lebih berani dengan kombinasi kuliner, hiburan, dan visual yang kuat.
Tak hanya soal makanan, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai hiburan seperti live music, pertunjukan tari, hingga sesi zumba yang digelar sepanjang acara.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, penyelenggara juga menggandeng influencer dan KOL lokal guna memperluas eksposur di media sosial.
Dengan konsep yang kekinian dan penuh pengalaman, FOMO Land diharapkan mampu menjadi magnet baru wisata kuliner sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM di Gresik.
“Harapannya, event ini bisa jadi pilihan hiburan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tutup Angela.
Editor : Arif