JATIMPEDIA, Jakarta – Pasar otomotif Indonesia kian ramai dengan rencana masuknya dua merek mobil asal China, Leapmotor dan Hongqi. Kehadiran keduanya diprediksi akan semakin memperketat persaingan sekaligus memperluas pilihan bagi konsumen Tanah Air.
Menanggapi hal tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan sikap terbuka terhadap masuknya pemain baru. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menegaskan bahwa kehadiran merek baru dari berbagai negara merupakan hal positif, terutama jika turut membawa investasi ke Indonesia.
Menurutnya, semakin banyaknya merek yang hadir justru akan memberikan keuntungan bagi konsumen. Selain pilihan kendaraan yang semakin beragam, persaingan yang ketat juga berpotensi membuat harga kendaraan menjadi lebih kompetitif.
Ia juga menambahkan bahwa setiap merek memiliki peluang yang sama untuk berkembang di pasar Indonesia. Keberhasilan masing-masing brand nantinya akan sangat bergantung pada strategi pemasaran dan kemampuan mereka dalam memahami kebutuhan konsumen lokal.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 209.021 unit, meningkat 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 205.539 unit. Di tengah pertumbuhan tersebut, merek-merek asal China menunjukkan performa yang cukup agresif.
Total penjualan mobil dari pabrikan China tercatat mencapai 36.875 unit dengan pangsa pasar sebesar 17,6 persen. BYD menjadi pemimpin di segmen ini dengan penjualan 12.473 unit, didukung oleh berbagai model seperti Atto 3, Dolphin, hingga Seal.
Sementara itu, Jaecoo menempati posisi kedua dengan penjualan 8.065 unit, yang didorong oleh kehadiran model listrik J5 EV. Adapun Wuling Motors berada di posisi ketiga dengan capaian penjualan 3.594 unit.
Dengan tren tersebut, kehadiran Leapmotor dan Hongqi diperkirakan akan semakin memperkuat dominasi merek China sekaligus mendorong dinamika baru di industri otomotif nasional.
Editor : Taufiq