JATIMPEDIA, Gresik -Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif dalam setahun terakhir. Hal ini terlihat dari semakin seringnya mobil listrik melintas di berbagai ruas jalan kota. Untuk mendukung kebutuhan pengisian daya, Icon Mall Gresik menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area parkir valet.
Hadirnya SPKLU kini mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Menjawab kebutuhan tersebut, manajemen Icon Mall menghadirkan fasilitas pengisian daya yang tidak hanya dimanfaatkan pengunjung pusat perbelanjaan, tetapi juga oleh penghuni kawasan superblok Iconland. Di antaranya penghuni Green Garden Regency, Apartemen Icon, ruko Green Garden, hingga tamu Hotel Santika.
Salah satu pengguna SPKLU adalah Risty, warga Perumahan GKB, yang mengaku rutin memanfaatkan fasilitas tersebut. Ia kerap mengisi daya mobil listriknya sambil berolahraga di pusat kebugaran yang ada di dalam mall.
“Hampir setiap hari saya ngegym di Icon Mall sambil mengisi daya mobil. Biasanya butuh sekitar empat jam sampai baterai penuh,” ujar pegawai perusahaan multinasional di Gresik tersebut.
Menurutnya, meski jumlah mobil listrik di Gresik belum terlalu banyak, ia tidak mengalami kesulitan mencari tempat pengisian daya. Keberadaan SPKLU di pusat perbelanjaan dinilai cukup efisien karena waktu beraktivitas bisa dimanfaatkan sekaligus untuk mengisi baterai kendaraan.
Risty mulai rutin menggunakan fasilitas SPKLU di Icon Mall sejak Desember 2025, setelah menggunakan mobil listrik merek BYD. Ia berharap ke depan jumlah SPKLU di ruang-ruang publik dapat terus bertambah.
“Harapannya, fasilitas pengisian daya bisa semakin banyak tersedia di lokasi umum lainnya,” katanya.
SPKLU di Icon Mall sendiri mulai beroperasi sejak awal 2025. Lokasinya berada di area parkir valet di sisi samping gerai Starbucks. Fasilitas ini dilengkapi dua unit charger dengan kapasitas 22 kW.
Selain pengunjung mall, fasilitas ini juga dimanfaatkan warga yang tinggal di kawasan sekitar superblok. Salah satunya Fatchurachman, warga Perumahan Green Garden Regency.
Ia mengaku senang dengan keberadaan SPKLU di area Icon Mall karena lokasi rumahnya masih berada dalam satu kawasan dengan pusat perbelanjaan tersebut.
“Karena masih satu komplek superblock, jadi dekat. Tinggal colok di SPKLU lalu pulang lagi jalan kaki, dan balik satu jam lagi sudah penuh baterainya,” ujar karyawan industri kakao di kawasan Manyar itu.
General Manager Icon Mall, Eko Swasono, mengatakan fasilitas tersebut cukup diminati pengguna mobil listrik, terutama pada akhir pekan maupun saat musim liburan.
“Hampir setiap hari ada kendaraan yang mengisi daya di sini. Saat libur panjang seperti Lebaran atau Tahun Baru, antreannya bahkan bisa cukup panjang,” jelasnya.
Namun, ia juga mengakui adanya kendala kecil yang terkadang terjadi. Beberapa pengemudi kerap lupa memindahkan mobilnya setelah baterai penuh karena terlalu lama beraktivitas di dalam mall.
Menariknya, pengguna SPKLU di Icon Mall tidak dikenakan biaya tambahan selain tarif parkir reguler. Pengisian token listrik dilakukan melalui aplikasi PLN. Meski demikian, pemilik mobil listrik perlu memastikan kesesuaian jenis soket kendaraan dengan charger yang tersedia.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Gresik, Suhandopo, menjelaskan bahwa SPKLU yang tersedia termasuk tipe medium charger. Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya kendaraan biasanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam hingga penuh, tergantung kapasitas baterai kendaraan.
Ia menambahkan, keberadaan SPKLU kini tidak hanya sekadar fasilitas pengisian daya, tetapi juga mulai menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Mulai dari berbelanja, berolahraga, hingga bersantai di kafe dapat dilakukan sambil menunggu kendaraan terisi energi.
PLN sendiri membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan SPKLU melalui beberapa skema kemitraan. Mulai dari penyediaan lahan, pengadaan perangkat charger, hingga pengelolaan sistem penjualan token listrik.
“Semakin banyak SPKLU tersedia, semakin cepat pula perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Suhandopo.
Editor : Taufiq