Honda Surabaya Center Andalkan Mobil Hybrid Penuhi Target Penjualan di 2026

JATIMPEDIA, Surabaya - Honda Surabaya Center selaku Main Dealer resmi Honda untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menargetkan penjualan sebanyak 5.906 unit mobil sepanjang tahun 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan target maupun pencapaian pada tahun 2025 lalu.

Director Honda Surabaya Center, Wendy Miharja mengatakan, pihaknya sengaja memasang target yang lebih konservatif karena mempertimbangkan kondisi ekonomi dan politik yang masih bergejolak.

"Karena kami agak konservatif melihat situasi ekonomi dan politik. Kami tidak melihat target sebagai angka pasti, tapi lebih kepada upaya maksimal yang bisa kami capai," ujar Wendy di sela pameran Honda spesial Ramadan di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, baru-baru ini.

Meski demikian, dia yakin pasar otomotif tahun ini masih potitif. Menurut Wendy, kendaraan roda empat masih dipandang sebagai kebutuhan sekunder bagi sebagian masyarakat. Oleh karena itu, ketika kondisi ekonomi tidak sepenuhnya stabil, konsumen cenderung menunda pembelian kendaraan baru.

Wendy bilang, situasi pasar otomotif setelah pandemi juga masih cukup menantang. Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan sebagian konsumen masih bersikap hati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Pada tahun sebelumnya, Honda Surabaya Center menargetkan penjualan sebanyak 9.119 unit mobil pada 2025. Dari target tersebut, realisasi penjualan mencapai 8.684 unit di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Meski demikian, dia menilai kinerja Honda di wilayah tersebut masih cukup baik di tengah dinamika politik dan ekonomi. Posisi market share Honda tetap kuat pada segmen yang menjadi fokus utama.

"Market share kami masih berada di posisi nomor dua di pasar yang menjadi kekuatan Honda dan masih bisa dipertahankan. Artinya penjualan kami masih on the track," katanya.

Sebagai catatan, Honda telah mengirimkan sebanyak 648 unit mobil kepada konsumen di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara selama periode Januari 2026. Kontributor terbesar penjualan masih berasal dari model Honda Brio.

Secara rinci, Honda Brio terdistribusi sebanyak 401 unit. Model Honda Brio Satya menjadi market leader dengan market share 34,55 persen atau 368 unit, sementara Honda Brio RS mencatat market share 45,21 persen atau 33 unit.

Selain Brio, lini produk SUV Honda juga masih menjadi pilihan konsumen. Compact SUV Honda HR-V menjadi market leader di segmennya dengan market share 36,13 persen atau 125 unit.

Produk SUV lainnya seperti Honda WR-V mencatat market share 10,20 persen atau 61 unit. Sementara Honda BR-V membukukan market share 5,74 persen atau 42 unit dan Honda CR-V sebesar 2,68 persen atau 8 unit.

Beberapa model lainnya juga turut menyumbang penjualan, seperti Honda STEP WGN e:HEV dengan market share 10,26 persen atau 4 unit serta Honda City Hatchback RS yang meraih market share 16,67 persen atau 2 unit.

Wendy menjelaskan bahwa total market otomotif di Jawa Timur pada Januari 2026 mencapai 6.773 unit. Angka tersebut meningkat dibandingkan Januari tahun lalu yang berada di kisaran 5.600 unit.

Namun demikian, segmen passenger car justru mengalami penurunan sekitar 4 persen di pasar Jawa Timur dengan total penjualan 2.986 unit. Menurutnya, konsumen saat ini masih cenderung berhati-hati dalam melakukan pengeluaran.

"Customer masih wait and see. Banyak yang masih mempertimbangkan pengeluaran karena kondisi ekonomi," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa target penjualan tahun ini masih bisa berubah menyesuaikan kebijakan Honda Prospect Motor (HPM), perkembangan situasi global, serta kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi industri otomotif.

Di tengah tantangan tersebut, Honda berencana menghadirkan sejumlah penyegaran produk sepanjang tahun ini. Selain itu, teknologi hybrid menjadi salah satu andalan Honda untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap kendaraan yang lebih hemat bahan bakar.

Menurut Wendy, kondisi geopolitik di Timur Tengah berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia. Oleh karena itu, kehadiran mobil hybrid dinilai menjadi solusi alternatif bagi konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar.

Saat ini kontribusi penjualan mobil hybrid terhadap total penjualan Honda sudah mencapai sekitar 10,67 persen. Selain itu, model seperti Honda Brio dan Honda WR-V juga tetap menjadi pilihan karena dikenal irit bahan bakar.

Untuk menjaga minat konsumen, Honda juga terus meningkatkan kualitas produk dan layanan purna jual. Hal ini penting agar ketika konsumen memutuskan membeli kendaraan, mereka sudah memiliki keyakinan terhadap merek yang dipilih.

Di sisi lain, kendaraan listrik murni (EV) dinilai memiliki pasar tersendiri, namun belum dapat sepenuhnya menggantikan kendaraan konvensional dalam waktu dekat. Hybrid dinilai menjadi jembatan menuju elektrifikasi yang lebih luas.

Dari sisi strategi pemasaran, momentum musiman seperti Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran masih menjadi pendorong penjualan. Honda biasanya menghadirkan berbagai program promosi khusus pada periode tersebut.

"Tiap momen seperti Nataru atau Lebaran kami hadirkan promo menarik, bahkan ada promo yang hanya ada saat Lebaran. Biasanya itu bisa membantu mendongkrak penjualan hingga sekitar 10 persen," kata Wendy.

Selain promosi musiman, pameran otomotif juga dinilai masih efektif untuk meningkatkan penjualan. Pihaknya menilai pameran mampu memberikan dorongan penjualan yang signifikan dibandingkan periode normal.

Salah satunya adalah pameran spesial Ramadan yang digelar Honda Surabaya Center di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada 4-8 Maret 2026. Dalam pameran tersebut Honda menghadirkan berbagai lini produk terbaru beserta program spesial bertajuk "Honda Berkah: Beli Honda Untung dan Berkah, Mudik Nyaman dan Aman". 

Berita Terbaru