JATIMPEDIA, Jakarta – Penjualan ritel otomotif nasional sepanjang 2025 tercatat sekitar 834 ribu unit. Dari jumlah tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan penjualan ritel 137.835 unit dengan pangsa pasar 16,5 persen.
Capaian ini memperpanjang konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi kedua penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan atas kepercayaan yang diberikan kepada Daihatsu sebagai mitra mobilitas harian maupun usaha. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Media Gathering di Jakarta.
Pada segmen kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), baik mobil penumpang maupun niaga, Daihatsu menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 25,9 persen. Sementara itu, untuk kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta, kontribusi Daihatsu mencapai 49 persen dari total pasar otomotif nasional, sekaligus memimpin segmen tersebut dengan market share 31,8 persen.
Lebih dari 80 persen penjualan ritel Daihatsu disumbang oleh model unggulan di masing-masing segmen. Di antaranya Gran Max pada segmen commercial low, Sigra dan Ayla di segmen Low Cost Green Car (LCGC), serta Terios di kategori medium Sport Utility Vehicle (SUV).
Di segmen LCGC, Sigra dan Ayla mencatatkan penjualan gabungan 47.901 unit sepanjang 2025, memperkuat dominasi Daihatsu dengan pangsa pasar 36,6 persen. Sementara Terios di segmen SUV medium terjual 15.557 unit dan menjadi yang terlaris untuk kategori SUV medium dengan harga hingga Rp300 juta, dengan pangsa pasar sekitar 45 persen.
Gran Max series juga tetap menjadi andalan di segmen kendaraan niaga ringan dengan total penjualan 61.871 unit dan pangsa pasar 65 persen. Rinciannya, Gran Max Pick Up terjual 43.199 unit dengan market share sekitar 58 persen di segmen low pick up, sedangkan Gran Max Mini Bus mencatatkan 18.672 unit dengan dominasi sekitar 92 persen di segmen semi commercial.
Dari sisi layanan, Daihatsu memperkuat kepercayaan konsumen melalui jaringan lebih dari 260 outlet, 170 bengkel resmi, 320 armada Daihatsu Mobile Service (DMS), serta 3.320 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, Daihatsu juga mencatatkan produksi lebih dari 381 ribu unit untuk kebutuhan grup dan model kolaborasi. Indonesia tetap menjadi basis produksi penting, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Untuk pasar global, Daihatsu mengekspor kendaraan completely built up (CBU) ke lebih dari 60 negara dengan total lebih dari 124 ribu unit pada 2025, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 110 ribu unit. Tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah Filipina (34,8 persen), Jepang (9,7 persen), dan Meksiko (8,6 persen).
Menurut manajemen, peningkatan ekspor tersebut mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produksi Daihatsu Indonesia. Perusahaan berkomitmen terus meningkatkan daya saing melalui penguatan manufaktur dan rantai pasok lokal guna mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Editor : Taufiq