JATIMPEDIA, Surabaya -Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit, atau mengalami pertumbuhan 7% (year-on-year/YoY) dibandingkan capaian pada Januari 2025 sebesar 62.084 unit. Data ini menandai awal tahun yang positif secara tahunan.
Sementara itu, penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen pada bulan yang sama sebanyak 66.936 unit, juga mengalami kenaikan 4,5% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya 64.076 unit. Angka ganda yang positif ini menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan pasar otomotif Tanah Air pada awal 2026 setelah melalui periode penuh tantangan.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, asosiasi optimistis bahwa penjualan mobil sepanjang 2026 mampu mencapai target yang telah ditetapkan sebesar 850.000 unit. "Kita harus optimis bahwa itu bisa tercapai sampai akhir tahun, bahkan kalau bisa lebih. Itu harapan kita semua, kita selalu optimis, tetapi juga realistis," ujar Jongkie, dikutip Rabu (11/2/2026). Target tersebut sedikit lebih tinggi dari realisasi penjualan pada tahun 2025.
Namun demikian, jika dibandingkan bulan sebelumnya, distribusi mobil wholesales anjlok 29,4% secara bulanan (month-to-month/MtM) dari Desember 2025 yang sebesar 94.100 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga turun 28,7% dibandingkan 93.833 unit pada Desember tahun lalu. Penurunan bulanan ini merupakan pola normal pasca-akhir tahun.
Menurut Jongkie, penyebab penjualan mobil melonjak pada bulan terakhir 2025 lantaran para agen pemegang merek (APM) memberikan diskon besar-besaran dan program tahun akhir sehingga menarik minat beli konsumen untuk memanfaatkan promo.
Selain itu, menurutnya faktor dihentikannya beberapa insentif, termasuk bebas bea masuk impor utuh (completely built up/CBU) kendaraan listrik pada awal 2026, menjadi penyebab lain lonjakan penjualan pada Desember 2025 sebagai pembelian sebelum insentif berakhir.
Jongkie juga menilai bahwa industri otomotif masih akan menghadapi sejumlah tantangan utama pada tahun ini, terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "[Tantangan] masih banyak, tentunya dari pertumbuhan ekonomi, dari nilai tukar dan suku bunga. Hal-hal itu yang kita tidak bisa abaikan begitu saja. Semua hal-hal itu terkait dengan penjualan," tandasnya.
Ditinjau berdasarkan mereknya, Toyota masih menjadi raja pasar otomotif dengan membukukan penjualan wholesales 20.078 unit, disusul Daihatsu yang juga dinaungi oleh Grup Astra sebesar 12.513 unit. Kedua merek dari Astra ini menguasai hampir 50% pangsa pasar wholesale Januari.
Berturut-turut, produsen mobil terlaris selanjutnya yakni Mitsubishi Motors sebesar 6.898 unit, diikuti oleh raksasa kendaraan listrik asal China, BYD 4.879 unit, dan Honda 4.016 unit
Editor : Taufiq
URL : https://jatimpedia.id/news-14765-gaikindo-sebut-66447-unit-mobil-terjual-selama-januari-2026