JATIMPEDIA, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara (Lembaga Pengelola Investasi/LPI) berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026.
LPI adalah badan khusus yang mengelola dana investasi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional. "Mereka (Danantara) tidak menyebut kapan tepatnya, tapi target 2026 itu yang disampaikan," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, dikutip Rabu (28/1/2026).
Irvan mengatakan, BEI telah melakukan pertemuan dengan pihak Danantara untuk membahas rencana tersebut. BEI berharap Danantara tidak hanya melakukan transaksi obligasi, tetapi juga saham, mengingat perusahaan ini memiliki divisi manajemen aset. "Danantara juga kan punya unit usaha manajemen investasi, ya. Kita berharap bahwa dia mengelola portofolio, mengelola dana itu dan bertransaksi di bursa kita. Jadi tidak hanya obligasi tapi juga saham," tambah Irvan.
Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) milik negara di pasar modal Indonesia menjadi sorotan, terutama setelah kekeringan IPO dari BUMN dalam beberapa tahun terakhir. IPO Danantara berpotensi menjadi pencatatan saham BUMN pertama sejak lama dan menyuntikkan optimisme baru di pasar.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai partisipasi entitas negara seperti Danantara dapat memperkuat likuiditas dan diversifikasi instrumen investasi di pasar domestik.
Sebelumnya, BEI menawarkan beberapa produk investasi kepada Danantara, termasuk pengembangan indeks saham khusus dan Exchange-Traded Fund (ETF) dengan underlying saham BUMN yang tercatat di bursa. Penawaran ini disampaikan saat pertemuan dengan CEO Danantara, Rosan Roeslani. Namun, produk-produk tersebut masih dalam tahap kajian oleh perusahaan.
"Kita tawarkan beberapa produk ke Danantara termasuk salah satunya indeks tapi beberapa produk itu hanya salah satu yang lagi didiskusikan oleh Danantara, termasuk juga kita lagi coba tawarkan ETF underlying-nya saham-saham BUMN yang telah tercatat di BEI," ungkap Direktur Utama BEI, Iman Rachman.
Editor : Rizky