JATIMPEDIA, Surabaya - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara intensif mematangkan skema dan besaran anggaran subsidi untuk tarif layanan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) yang akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Subsidi Public Service Obligation (PSO) ini krusial untuk menjaga tarif tetap terjangkau pasca perluasan rute.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Arif Anwar mengapresiasi dan mendukung penuh persiapan teknis oleh KAI Commuter dalam mempersiapkan perpanjangan relasi layanan Commuter Line Supas menuju Kota Probolinggo. "Saat ini kami terus mengawal proses persiapan operasional KA ini agar dapat dioperasikan sesuai target," kata Arif, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Dia menambahkan, Kemenhub telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak KAI Commuter selaku operator untuk segera memenuhi seluruh kelengkapan pelayanan penumpang standar, seperti fasilitas di stasiun, sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Kami akan pantau secara langsung di lapangan terkait dengan progres pemenuhan kelengkapan di seluruh stasiun pada rute baru, dan jika sudah terpenuhi seluruhnya maka kami akan mendorong pihak operator untuk segera mengajukan izin operasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan komitmen DJKA untuk mengucurkan subsidi Public Service Obligation (PSO) guna menstabilkan tarif, sehingga layanan yang lebih panjang ini tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, DJKA bersama dengan KAI Commuter juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mewujudkan integrasi transportasi lokal, seperti angkutan kota dan feeder bus, sebagai transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata. Koordinasi ini penting untuk memastikan konektivitas door-to-door bagi penumpang. "Kami mohon dukungan agar rangkaian proses persiapan operasional layanan KA ini dapat berjalan lancar sehingga KA ini dapat segera dinikmati oleh masyarakat yang ingin bepergian dari Surabaya menuju Probolinggo maupun sebaliknya," ujarnya.
Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan saat ini rata-rata volume pengguna Commuter Line Supas sebanyak 4.417 orang per hari atau 130.000-140.000 orang per bulan. Angka okupansi ini menjadi basis proyeksi peningkatan jumlah penumpang. Perpanjangan Commuter Line Supas menuju Kota Probolinggo diharapkan akan mendongkrak okupansi layanan kereta ini secara signifikan.
"Dengan adanya penambahan lintas layanan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat di wilayah Jawa Timur," kata Karina.
Karina menuturkan perpanjangan rute layanan ini akan dilakukan pada operasional Commuter Line Supas. Lintas pelayanan Commuter Line akan diperpanjang sejauh sekitar 38 km, dengan jarak tempuh total dari 63 km (Surabaya-Pasuruan) menjadi 101 km (Surabaya-Probolinggo). Perpanjangan ini menjadikan Probolinggo sebagai titik terminus baru di ujung timur.
Menurutnya, langkah strategis ini juga diambil Pemerintah dan KAI Commuter untuk meningkatkan jangkauan layanan KA Lokal PSO yang saat ini perjalanannya berakhir di Stasiun Pasuruan.
Lebih lanjut Karina menambahkan bahwa Commuter Line Supas yang saat ini melayani relasi Surabaya-Pasuruan nantinya menjadi Surabaya-Pasuruan-Probolinggo. Rencana ini juga dilakukan sebagai dukungan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, mendukung sektor pariwisata [seperti kawasan Bromo dan wisata pantai di Probolinggo], serta mendorong perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Jawa Timur.
Editor : Rofiq
URL : https://jatimpedia.id/news-14342-kemenhub-godok-subsidi-tarif-krl-rute-surabaya-probolinggo