Freeport Targetkan Produksi 1,3 Juta Ons Emas pada 2029

JATIMPEDIA, Jakarta - Freeport-McMoRan Inc menargetkan produksi emas PT Freeport Indonesia (PTFI) mencapai 1,3 juta ons pada 2029. 

Target itu sejalan dengan rencana pemulihan dan peningkatan operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang ditargetkan kembali berjalan normal pada kuartal II-2026.

Perusahaan kini mempercepat pemulihan setelah insiden yang sempat menghentikan sebagian aktivitas di kompleks tambang Grasberg.

Presiden dan CEO Freeport Kathleen Quirk mengatakan pemulihan dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. "Kami telah memasukkan pelajaran dari insiden tragis baru-baru ini ke dalam rencana ke depan dan menerapkan sejumlah inisiatif untuk mengatasi kondisi yang memicu insiden tersebut," ujar Quirk dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (20/11/2025).

Sejak akhir Oktober 2025, PTFI kembali mengoperasikan tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan, dua area yang tidak terdampak insiden dan kini menjadi penopang utama produksi. Semua operasi tambang tersebut sebelumnya dihentikan menyusul terjadinya insiden longsor yang menewaskan tujuh pekerja pada 8 September 2025.

Freeport memperkirakan produksi tembaga dan emas pada 2026 relatif sama dengan proyeksi 2025. Tahun depan, perusahaan menargetkan 1 miliar pon tembaga dan 0,9 juta ons emas.

Produksi diproyeksikan naik sepanjang 2026 dan 2027 dan terus menguat hingga periode 2027 hingga 2029. Pada periode itu, rata-rata produksi tahunan ditargetkan mencapai 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas.

Sepanjang 2024, Freeport mencatat produksi rata-rata 208.356 ton konsentrat per hari, terdiri atas tembaga, emas, dan perak. GBC menjadi penyumbang terbesar dengan produksi 133.800 ton per hari atau 64 persen dari total. DMLZ memproduksi sekitar 64.900 ton per hari dan Big Gossan sekitar 8.000 ton per hari.

Berita Terbaru