JATIMPEDIA, Jakarta - Direktur Utama Pertamina EP Cepu (PEPC) Regional Indonesia Timur, Muhamad Arifin, memaparkan perkembangan signifikan produksi gas Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Arifin menjelaskan, bahwa sepanjang 2025, produksi rata-rata diproyeksikan mencapai 233 MMSCFD gas dan sekitar 2.014 BCPD kondensat. Namun, capaian tersebut baru berada di kisaran 90 persen dari target maksimal.
Ia menjelaskan dua faktor utama yang menjadi tantangan produksi, yakni: tantangan internal operasional. Tantangan eksternal berupa rendahnya kebutuhan gas (low demand), khususnya di wilayah Jawa Timur—terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Kalau kita naikkan produksi sedikit saja dari 230, tekanan pipa PGN sudah menyentuh 635 psi. Itu sudah batas, tidak bisa kita naikkan lagi,” jelas Arifin. Kondisi tersebut membuat suplai gas harus disesuaikan dengan daya tampung jaringan pipa.
Arifin optimistis produksi gas JTB akan mencapai full capacity sebesar 340 MMSCFD pada tahun 2026. Kenaikan ini baru dapat terjadi setelah terhubungnya pipa Grisem dengan jaringan gas Jawa Barat.
“Informasi dari SKK Migas, setelah bulan Maret 2026 ketika pipa Gersem (Grisik-Semarang) bisa terkoneksi dengan Jawa Barat (pipa CISEM), produksi JTB bisa meningkat ke full capacity,” ungkap Arifin dengan semangat.
Arifin menutup pemaparannya dengan komitmen PEPC untuk terus menjaga kinerja operasional dan mengoptimalkan kontribusi gas JTB bagi ketahanan energi nasional.
Editor : Rizky
URL : https://jatimpedia.id/news-13162-tahun-ini-pepc-proyeksikan-produksi-gas-lapangan-jtb-233-mmscfd-