Penjualan Motor Listrik Turun Drastis, AHM Tunggu Insentif Baru dari Pemerintah

JATIMPEDIA, Jakarta – Astra Honda Motor (AHM) tengah menantikan kebijakan insentif baru dari pemerintah untuk mendorong penjualan motor listrik di Indonesia. General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyebut bahwa keberadaan insentif sangat penting, baik bagi konsumen maupun produsen.

“Insetif membuat harga motor listrik lebih terjangkau bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan penjualan bagi produsen. Tanpa dukungan ini, harga motor listrik tetap tinggi karena biaya baterai yang mahal,” ujar Muhibbuddin.

Sejak program potongan harga dihentikan awal 2025, penjualan motor listrik di Indonesia anjlok tajam. Data menunjukkan penurunan hingga sekitar 75 persen pada paruh pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Muhibbuddin memperkirakan penjualan domestik tahun ini hanya mencapai sekitar 40.000 unit.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2024 penjualan motor listrik nasional mencapai 63.146 unit, meningkat dari sekitar 48.000 unit pada 2023. Model Honda CUV e: mendominasi hingga 70 persen dari total penjualan motor listrik AHM.

Program insentif yang dihentikan di awal 2025 sebelumnya memberikan potongan langsung sebesar Rp7 juta untuk pembelian satu unit motor listrik per warga negara Indonesia. Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan skema baru dengan mekanisme berbeda, yakni diskon Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 6 persen atau 12 persen, tergantung pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan jenis baterai yang digunakan, baik Sealed Lead Acid maupun Lithium.

Meski begitu, penjualan motor listrik masih tertinggal jauh dibanding motor konvensional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), sepanjang Januari–Agustus 2025 tercatat penjualan sebanyak 4,27 juta unit motor konvensional. Artinya, pangsa pasar motor listrik di Indonesia masih di bawah 1 persen.

Menurut Muhibbuddin, insentif baru menjadi kunci untuk menjaga momentum elektrifikasi di sektor otomotif roda dua. “Kami berharap kebijakan baru bisa segera diterapkan agar minat konsumen kembali meningkat,” tutupnya.

Kategori: Bisnis
Tag: Motor Listrik, Astra Honda Motor, AHM, Insentif Pemerintah, Penjualan Otomotif, PPN DTP, TKDN, Industri Otomotif Indonesia

 

Berita Terbaru