Jaguar Land Rover Mulai Pulihkan Produksi Setelah Serangan Siber Parah

JATIMPEDIA, London – Sejumlah pekerja pabrik Jaguar Land Rover (JLR) telah kembali bekerja pada Senin (6/10), menandai langkah awal upaya produsen mobil asal Inggris itu untuk memulihkan operasi setelah serangan siber besar yang melumpuhkan sistem produksi dan penjualan perusahaan pada akhir Agustus lalu.

Pabrik pertama yang dijadwalkan kembali beroperasi adalah fasilitas di Wolverhampton, West Midlands, yang memproduksi mesin JLR. Beberapa pekerja diketahui sudah kembali ke lokasi tersebut. Selain itu, dua sumber menyebutkan bahwa pemasok telah diberi tahu mengenai rencana JLR untuk memulai produksi terbatas di pabrik Nitra, Slovakia, serta Solihull, Inggris, pada akhir pekan ini. Pabrik Nitra memproduksi Land Rover Defender, sementara Solihull — pabrik terbesar JLR — memproduksi Range Rover, model andalan perusahaan.

Serangan siber tersebut memaksa JLR menutup sistem vital perusahaan, termasuk perangkat lunak desain kendaraan, alur pasokan jutaan komponen, hingga lini produksi dan penjualan. Produksi awal yang dilakukan pekan ini akan difokuskan untuk memastikan sistem kembali berfungsi normal setelah proses pemulihan IT yang kompleks. Produksi massal dalam volume tinggi diperkirakan baru bisa dimulai beberapa minggu mendatang.

Sumber juga menyebutkan bahwa pabrik JLR di Halewood, Merseyside, kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali beroperasi.

Sebagai langkah dukungan, pemerintah Inggris pekan lalu menyatakan akan menjamin pinjaman sektor swasta senilai £1,5 miliar untuk membantu JLR dan rantai pasoknya. Namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani, meski Menteri Bisnis Peter Kyle dan Menteri Keuangan Rachel Reeves telah memberikan pernyataan publik terkait bantuan tersebut.

Untuk membantu arus kas para pemasok, JLR dikabarkan akan mempercepat pembayaran dalam pekan ini. Konfederasi British Metalforming — asosiasi yang mewakili banyak pemasok JLR — sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan distribusi dana ke perusahaan-perusahaan kecil yang kesulitan mengakses bantuan darurat.

Dalam pernyataannya, juru bicara JLR mengatakan, “Seiring dimulainya kembali operasi secara bertahap dan terkendali, kami terus mengambil langkah menuju pemulihan dan kembalinya produksi kendaraan kelas dunia kami.”

Perusahaan juga menegaskan bahwa proses restart dilakukan dengan pengawasan ketat bersama para ahli keamanan siber, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), serta aparat penegak hukum untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh sistem.

Berita Terbaru