Bank Mandiri Sesuaikan Suku Bunga Kredit Berbasis Reference Rate
JATIMPEDIA, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menegaskan bahwa perseroan telah menyesuaikan suku bunga kredit pada segmen berbasis reference rate, seiring dengan arah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) yang telah turun menjadi 5 persen per Agustus 2025.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini memandang bahwa langkah bank sentral itu telah menunjukkan arah yang strategis dan menjadi sinyal positif bagi dunia usaha.
“Kami di Bank Mandiri siap memperkuat sinergi dengan otoritas moneter melalui pertumbuhan kredit yang sehat, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha. Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mendukung perekonomian nasional,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, transmisi BI-Rate ke suku bunga kredit Bank Mandiri dipengaruhi kondisi likuiditas industri, struktur biaya dana (cost of fund), serta komunikasi kepada nasabah. Menurut perseroan, portofolio kredit yang langsung mengacu pada BI-Rate hanya mencakup porsi terbatas dibandingkan total portofolio.
Penurunan BI-Rate 25 basis poin (bps) diperkirakan menurunkan yield kredit sekitar 10-15 bps di level portofolio. Dampaknya terhadap pendapatan bunga relatif minimal serta dapat dikelola melalui strategi peningkatan porsi kredit ritel dan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan portofolio wholesale.
Adapun hingga Mei 2025, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit wholesale 15,8 persen secara year on year (yoy), jauh di atas rata-rata industri 8,43 persen yoy.
Kredit perumahan atau KPR juga tumbuh 14,2 persen yoy. Sementara itu, segmen ritel naik 8,95 persen secara tahunan, sejalan dengan tren industri. Pertumbuhan tersebut, catat perseroan, menunjukkan produk Bank Mandiri tetap diminati pasar.
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio non-peforming loan (NPL) hanya 1,06 persen secara bank only pada periode yang sama, lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata industri.
“Pertumbuhan yang sehat adalah keharusan. Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian agar tetap tangguh menghadapi berbagai siklus ekonomi dan dinamika pasar,” tegas Novita.
Untuk memperluas akses layanan keuangan, Bank Mandiri mengoptimalkan kapabilitas digital melalui Livin’ by Mandiri untuk nasabah ritel, Kopra by Mandiri bagi segmen wholesale, serta Livin’ Merchant bagi UMKM.
Dengan inovasi ini, perseroan berupaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif sekaligus mendorong akselerasi layanan finansial di seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Gandeng PwC, Bank Mandiri lengkapi layanan advisory nasabah prioritas
Sebagai informasi, sejak September 2024, bank sentral Indonesia mulai menurunkan BI-Rate setelah periode pengetatan moneter. Pada bulan tersebut, BI-Rate dipangkas sebesar 25bps menjadi di level 6 persen.
Selanjutnya, sejak awal tahun ini, BI telah menurunkan BI-Rate pada Januari, Mei, dan Juli masing-masing sebesar 25 bps. Terbaru, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus ini, bank sentral kembali memangkas BI-Rate sebesar 25 bps sehingga kini berada pada level 5 persen. (cin)