JATIMPEDIA, Malang - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gencar mengembangkan energi baru terbarukan. Melalui Program Studi Teknik Elektro, EBT dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Wakil Dekan I Fakultas Teknik UMM, Machmud Effendy, ST, M.Eng. mengatakan, latar belakang pengembangan ini berakar dari roadmap penelitian kampus yang selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
Baca juga: Wujudkan Energi Hijau, Pemerintah Dorong Perusahaan Tiongkok Bangun PLTS
“Proyek PLTS dan PLTB ini telah diterapkan di beberapa lokasi strategis, yakni Masjid Chengho Gua China di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Masjid Ahmad Dahlan di Karangploso, Wagir kabupaten Malang, SMP Negeri 21 Malang, SMP Negeri 24 Malang, dan lainnya. Termasuk di dalamnya Kampus 3 UMM yang telah banyak menggunakan teknologi ini,” ungkapnya, Senin (6/1/2025).
Alasan utama memilih daerah itu sebagai lokasi implementasi adalah permasalahan ketidakstabilan listrik yang sering terjadi.
“Kami ingin menjadikan UMM sebagai ikon pengembangan energi terbarukan, terutama di sektor PLTS dan PLTB yang telah dimulai sejak 2012,” kata Machmud.
Baca juga: Pertamina NRE Bakal Kembangkan PLTS di Lahan Eks Tambang
"Di Masjid Chengho misalnya, listrik sering mati lantaran transmisi PLN yang jaraknya jauh. Maka dengan adanya PLTS ini, kebutuhan listrik untuk pompa air dan penerangan dapat terpenuhi," imbuhnya.
Ia berharap, proyek ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi model yang dapat diterapkan di tempat lain.
Baca juga: Kurangi Emisi Karbon, KAI Pasang 113 Unit PLTS
"Kami ingin teknologi ini dikembangkan di masjid-masjid lain, pondok pesantren, atau puskesmas, sehingga energi terbarukan bisa digunakan lebih luas," tandasnya. (cin)
Editor : Rizky
Peristiwa
Berita Populer
Jumat, 07 Agu 2026 05:08 WIB
Kamis, 06 Agu 2026 06:08 WIB
Kamis, 06 Agu 2026 19:21 WIB
Selasa, 04 Agu 2026 10:04 WIB
Kamis, 06 Agu 2026 19:21 WIB
Berita Terbaru