JATIMPEDIA, Jakarta - Pemerintah memastikan, bahwa selain QRIS dan e-Money, e-Toll juga tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto saat Launching EPIC Sale APRINDO, Minggu (22/12/2024).
"Jadi transportasi itu tanpa (kena) PPN. Yang namanya tol dan kawan-kawannya, e-Toll juga tidak ada PPN," kata Airlangga.
Baca juga: Hingga Agustus 2026 Jumlah Uang Beredar Tembus Rp 10.448,1 Triliun
Lebih jauh, Airlangga juga menyatakan, bahwa selain tidak kena PPN 12 persen, QRIS dapat digunakan di negara ASEAN. Sehingga masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah.
Baca juga: BI : Penggunaan QRIS Antar Negara Capai 17,8 Juta Transaksi Senilai Rpn6,2 Triliun
"QRIS juga bisa digunakan di berbagai negara lain di ASEAN, termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand. Jadi kalau ke sana pun pakai QRIS dan tidak ada PPN," kata Airlangga
Sebelumnya, Airlangga mengatakan, hingga saat ini dirinya belum mengantongi daftar produk-produk yang kena PPN 12 persen. Adapun penetapan barang kena PPN 12% ini dilakukan oleh Kementerian Keuangan.
Baca juga: Fesyar 2026 Dorong Produk Halal Naik Kelas dan Makin Berdaya Saing
"Belum. Belum terima setoran (daftar barang mewah kena PPN)," kata Airlangga, Kamis (12/12/2024) kemarin. (cin)
Editor : Fitri Handayani