Jakarta, JP - Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor perhiasan emas selama Semster I-2022 sebesar 2,37 dollar AS. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,23 milliar dollar AS.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan negara utama tujuan ekspor perhiasan emas dari Indonesia antara lain Swiss (35 persen), Amerika Serikat (26 persen), Uni Emirat Arab dan Hongkong. "Kedua negara ini masing-masing kontribusinya 11 persen," Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8).
Baca juga: PT BKMS Dukung Penguatan Kemitraan Sentra IKM Logam Menganti
Pada 2021, ekspor perhiasan RI juga mencatatkan peningkatan nilai ekspor secara tahunan. Ekspor perhiasan Indonesia pada 2021 meningkat hingga 76 persen secara year-on-year (YoY).
Ekspor perhiasan Indonesia sepanjang 2021 meningkat dari 1,47 miliar dollar AS pada 2020, menjadi senilai 2,59 miliar dollar AS pada 2021.
Baca juga: Kemenperin Bidik Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30 Persen
Selain itu, laporan Trademap.org menyatakan market share ekspor perhiasan emas Indonesia ke pasar global pada 2021 sebesar 2,5 persen dengan menempati urutan ke-14 dari seluruh negara eksportir produk perhiasan. Jumlah market share tersebut naik 0,5 persen dari tahun sebelumnya.
Hal tersebut, kata Agus, menunjukkan industri perhiasan Indonesia masih memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang dalam meningkatkan pangsa pasarnya.
Baca juga: Pasar Mobil Listrik Melesat, GAIKINDO: ICE Mulai Tergusur Secara Struktural
Sejauh ini, Kemenperin memiliki sejumlah upaya untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri perhiasan. Di antaranya, memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri di pameran berskala nasional dan internasional. Serta, mendorong penurunan tarif bea masuk produk perhiasan di negara tujuan ekspor melalui pemanfaatan kerja sama perjanjian perdagangan internasional
Editor : Aries W