Barikan, Wali Kota Sutiaji Naik Motor Keliling Kampung Sambangi Warganya

jatimpedia.id

Malang, JP - Malam jelang peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia dimanfaatkan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk bersilaturahmi dengan warga yang menggelar ‘Barikan’, Selasa (16/8).

Wali Kota Sutiaji dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk bersilaturahmi dengan warga yang menggelar ‘Barikan’
Dengan bersepeda motor, Sutiaji yang mengenakan baju koko putih bersarung bersama rombongan mengunjungi warga di RW 12 Kelurahan Sawojajar, RW 6 Purwantoro, RW 13 Tulusrejo, RW 3 Gadingkasri, dan RW 5 Sukun.

Wali Kota Sutiaji memandang barikan sebagai modal penting menjaga karakter dan nilai-nilai luhur bangsa di tengah urbanisasi perkotaan dan akulturasi budaya yang dibawanya.

Baca juga: Raih Hibah Rp151 Miliar, Pemkot Malang Target Olah 120 Ton Sampah Tiap Hari

“(Barikan) menunjukkan lebur keegoan kita, agama, ras, perbedaan menyatu dalam rasa syukur sudah 77 tahun kita menghirup udara kemerdekaan. Gotong royong mari kita kuatkan,” urai Sutiaji kala mengawali roadshow barikan di Sawojajar.

Sutiaji mengaku senang melihat geliat kegiatan menyambut kemerdekaan di pelbagai lokasi yang kini lebih leluasa dilakukan.  Seiring dengan membaiknya situasi pandemi yang telah membatasi selama hampir tiga tahun.

Baca juga: Pemkot Malang Soroti Perumda Tunas, Potensi Usaha Disebut Belum Maksimal

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko yang turut mendampingi menyampaikan terima kasih atas kemeriahan yang dihadirkan dalam menyambut HUT ke-77 RI

“Luar biasa meriah, termasuk pakaian adat dipakai dalam acara barikan, terima kasih.  Intinya kami hadir ingin menyongsong momen kemerdekaan bersama masyarakat,” ujar Bung Edi saat didapuk memberikan sambutan di Tulusrejo.

Baca juga: Kemendagri Tetapkan Kota Malang Sebagai Pilot Project LSDP

Barikan sebagai sebuah tradisi yang merefleksikan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan memang masih kental dipelihara warga Kota Malang. Dalam momentum tersebut tak ada sekat antara warga dan pimpinan yang bersama-sama mrngikuti syukuran, tumpengan, pembagian hadiah lomba di kampung, refleksi dari pelaku sejarah, dan doa bersama. (sat)

Editor : Aries W

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru