Baca juga: Transaksi di Marketplace Melonjak 35,13 Persen pada Kuartal II-2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan di tengah penurunan harga komoditas produk utama ekspor, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,11%. “Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024i merupakan pertumbuhan ekonomi kuartal I tertinggi sepanjang periode 2019-2024,” ucap Amalia dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024).
Baca juga: BPS : Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen di Triwulan II-2026
Dia mengatakan seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal I-2024 kecuali sektor pertanian. Adapun lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi yaitu industri pengolahan , perdagangan, pertanian, pertambangan , dan konstruksi . Lima sektor lapangan usaha ini memberikan kontribusi hingga 63,61% ke pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintahan dengan pertumbuhan 18,88% pada kuartal I-2024.
“Lapangan usaha pertanian mengalami terkontraksi 3,54% disebabkan oleh penurunan produksi komoditas pertanian pada awal tahun 2024 khususnya tanaman pangan karena fenomena el nino yang berpengaruh pada paruh kedua tahun 2023,” terang Amala.
Baca juga: Juli 2026 Alami Inflasi Tahunan Melandai ke 2,88 Persen
Bila dilihat dari sumber pertumbuhan pada kuartal I-2024 industri pengolahan jadi sumber terbesar yaitu 0,86%. Amalia mengatakan sumber pertumbuhan dari industri pengolahan lebih besar dari kuartal IV-2023 namun lebih rendah dari kuartal I-2023.
“Sementara itu pertumbuhan ekonomi ditopang oleh lapangan usaha lain yaitu konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,73%, pertambangan dengan sumber pertumbuhan 0,68% , dan perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,6%,” kata dia. (raf)
Editor : Fitri Handayani