JATIMPEDIA, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong keterlibatan generasi muda sebagai pelopor gerakan peduli lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini. Peran pelajar, anggota Pramuka, dan Karang Taruna dinilai penting untuk memperluas kesadaran menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia tingkat Kabupaten Kediri yang digelar di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, organisasi kepemudaan, relawan, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga pedagang kaki lima.
Baca juga: KAI Daop 7 MoU Hukum dengan Kejari Kabupaten Kediri
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengatakan keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan karena persoalan sampah tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah. Menurutnya, gerakan menjaga lingkungan harus dibangun melalui kebiasaan dan kesadaran bersama.
“Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan kita sebagai masyarakat Kabupaten Kediri,” ujar Dewi saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Ia secara khusus menekankan pentingnya kaderisasi kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Pelajar, anggota Pramuka, dan Karang Taruna diharapkan tidak hanya terlibat dalam kegiatan bersih-bersih, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.
Dewi juga mendorong masyarakat untuk memulai pengurangan sampah dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa tumbler dan tas belanja sendiri. Langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Bupati Kediri Nomor 35 Tahun 2025 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Selain itu, masyarakat didorong menerapkan prinsip 3R atau Reduce, Reuse, Recycle, yakni mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat akhir.
Baca juga: PLN UP3 Situbondo Lakukan Sambungan Gratis untuk Rumah Ibadah dan Warga
Menurut Dewi, persoalan sampah yang tidak tertangani juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Sampah yang menyumbat saluran air dapat memicu banjir, sementara pencemaran tanah dan sungai dapat mengganggu kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kawasan Simpang Lima Gumul sebagai salah satu ikon Kabupaten Kediri. Selain menjadi tujuan wisata, kawasan tersebut juga digunakan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi sehingga kebersihannya perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Mari kita bersihkan lingkungan kita, kita jaga bumi kita, untuk Kediri yang bersih, sehat, lestari, dan berbudaya. Salam Bumi!” kata Dewi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menilai kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, upaya petugas dalam menangani sampah perlu didukung perubahan perilaku masyarakat agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
Baca juga: BNI Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda lewat Tabungan wondrZ
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup terus bekerja maksimal menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Namun, kesadaran masyarakat adalah kunci utamanya,” ujar Putut saat ditemui di sela-sela kegiatan WCD di kawasan SLG.
Ia menyebut, langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, edukasi dan pembiasaan perlu terus dilakukan, termasuk dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari penggerak perubahan perilaku di masyarakat.
Putut menambahkan, DLH Kabupaten Kediri akan terus meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah serta pengawasan terhadap potensi pelanggaran pencemaran lingkungan. Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, gerakan peduli lingkungan diharapkan tidak hanya berlangsung dalam momentum World Cleanup Day, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Rofiq