JATIMPEDIA, Surabaya -Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat edukasi keluarga berencana (KB) terutama untuk mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Ida Widayati di Kota Surabaya, Kamis, mengatakan meskipun capaian program KB telah memenuhi target pemerintah pusat, upaya menjangkau pasangan usia subur dan meningkatkan pemahaman masyarakat masih menjadi perhatian.
"Oleh karena itu, edukasi harus terus diperkuat, terutama mengenai penggunaan kontrasepsi jangka panjang,” kata Ida di sela penilaian awal perwakilan The Challenge Initiative (TCI) Global Hub di Puskesmas Pacarkeling, Surabaya.
Menurut dia, perencanaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jarak kehamilan, tetapi juga kesiapan ekonomi dan pola pengasuhan anak.
"Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai pilihan kontrasepsi, termasuk metode jangka panjang, seperti alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan implan," katanya.
Senior Program Manajer TCI Global Hub Kate Graham mengatakan pihaknya melihat Surabaya memiliki komitmen dan antusiasme yang baik dalam mengembangkan layanan kesehatan bagi perempuan dan keluarga.
Baca juga: Pemkot Surabaya Hadirkan Layanan Posbankum di 153 Kelurahan
Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah serta kesediaan untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan layanan merupakan aspek penting dalam menilai kesiapan sebuah kota.
“Kami melihat Pemerintah Kota Surabaya sangat antusias dan menunjukkan komitmen yang kuat. Pemerintah kota juga terlibat dalam proses untuk mengidentifikasi tantangan dan merancang pengembangan program. Kepemimpinan serta rasa memiliki dari pemerintah daerah menjadi hal penting bagi kami ketika menilai kesiapan sebuah kota," ujarnya.
Ia menjelaskan TCI merupakan inisiatif yang mendukung pemerintah daerah di berbagai kota di Afrika dan Asia untuk memperluas program kesehatan yang dipimpin oleh pemerintah setempat. Dukungan TCI dapat mencakup advokasi, bantuan teknis, pendampingan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di masyarakat.
Baca juga: Pemkot Perkuat Armada Wira-Wira dengan Tambahan 18 Unit Baru
Di Indonesia, program The Challenge Initiative diimplementasikan oleh Yayasan Jalin Komunikasi Indonesia untuk mendukung penguatan program kesehatan, khususnya layanan keluarga berencana, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Dalam proses penilaian di Surabaya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sistem rujukan. TCI ingin melihat bagaimana perempuan yang datang ke fasilitas kesehatan atau memperoleh pendampingan dari kader di lingkungan masyarakat dapat terhubung dengan layanan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.
Editor : Arif