JATIMPEDIA, Jakarta – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) kembali mendapat pengakuan.
SIG meraih penghargaan kategori Best Responsibility of the Board dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) atas konsistensi Perusahaan dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG sebagai landasan untuk menciptakan kinerja yang berkelanjutan.
Baca juga: SIG Kembali Raih Peringkat Tertinggi idAAA dari Pefindo
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Trustee Board IICD, Andi Ilham Said, kepada GM of Corporate Legal and Compliance SIG, Achmad Choiri, dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 bertema Strengthening Market Confidence through Governance Excellence. Acara tersebut berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada 12 Oktober 2026.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa penerapan GCG merupakan elemen fundamental dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memastikan seluruh aktivitas operasional dan proses bisnis Perusahaan berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Bagi SIG, GCG bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi, melainkan komitmen yang melekat dalam setiap proses bisnis Perusahaan. Konsistensi dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran menjadi fondasi penting bagi SIG untuk menjaga kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan,” ujar Vita Mahreyni.
Menurut Vita, penerapan GCG yang kuat juga berperan dalam membangun iklim investasi yang kondusif. Tata kelola yang transparan dan akuntabel dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek usaha Perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Semen Gresik Kembangkan Produk Konstruksi Rendah Karbon
Dalam implementasinya, SIG terus mengintegrasikan prinsip-prinsip GCG ke dalam strategi bisnis dan agenda keberlanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Komite Keberlanjutan untuk mendukung pengelolaan dan pencapaian kinerja keberlanjutan secara terstruktur dan terintegrasi. Komite ini berperan memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.
Untuk memastikan efektivitas penerapan GCG, SIG secara konsisten melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap kualitas tata kelola Perusahaan. Proses tersebut mengacu pada berbagai standar dan ketentuan, termasuk ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta regulasi terkait lainnya. Pada 2025, SIG berhasil memperoleh skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance, yang mencerminkan komitmen Perusahaan dalam meningkatkan kualitas penerapan tata kelola.
Vita menambahkan bahwa penerapan GCG yang konsisten turut memperkuat ketahanan bisnis SIG dalam menghadapi dinamika dan tantangan industri bahan bangunan. Hal ini tercermin dari kinerja positif Perusahaan pada semester I 2026, dengan volume penjualan total mencapai 18,28 juta ton atau tumbuh 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode yang sama, pendapatan SIG meningkat 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun, sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar, meningkat 471,0% yoy.
Baca juga: Penggunaan Sekam Padi di SIG Pabrik Tuban Capai 400 Ton Per Hari
“Penerapan GCG yang konsisten menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi bisnis SIG, meningkatkan resiliensi Perusahaan, dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Selain penghargaan dari IICD, SIG juga baru-baru ini meraih Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola. Berbagai pengakuan ini menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan memastikan setiap langkah bisnis memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Vita Mahreyni.
Melalui penguatan tata kelola yang berintegritas, transparan, dan akuntabel, SIG terus berupaya menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Editor : Rizky