JATIMPEDIA, Jakarta – Honda dan Mitsubishi Motors resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan model Honda berbasis pikap Mitsubishi Triton. Kesepakatan ini menjadi inisiatif pertama antara kedua perusahaan dalam skema pasokan produk yang saling melengkapi, dengan rencana penjualan di pasar ASEAN mulai 2028 .
Pikap tersebut akan diproduksi di Thailand dan dipasarkan dengan merek Honda. Langkah ini menjadi yang pertama bagi Honda dalam sekitar 30 tahun mendapatkan pasokan mobil dari produsen lain di luar model hasil pengembangan bersama . Honda saat ini tidak memiliki model pikap di kawasan ASEAN, sehingga kerja sama ini memungkinkan penambahan lini produk secara cepat dan efisien .
Baca juga: Vietnam Catat Pertumbuhan Pasar Otomotif Tertinggi di ASEAN
Bagi Mitsubishi, pesanan dari Honda akan meningkatkan volume produksi dan utilisasi pabriknya di Thailand. Kapasitas produksi Mitsubishi di Thailand mencapai 386.000 unit per tahun, namun realisasi produksi pada 2025 hanya sekitar 170.000 unit atau 44 persen dari kapasitas . Mitsubishi Triton sendiri merupakan pikap satu ton dengan sasis tangga (ladder frame) yang menjadi salah satu model global strategis dan diminati di ASEAN .
Baca juga: Malaysia Proyeksi Penjualan 835.000 Unit, Indonesia Targetkan 850.000 Unit
Kerja sama ini berada dalam kerangka MoU kemitraan strategis yang diteken Honda, Nissan, dan Mitsubishi pada 1 Agustus 2024 . Sebelumnya, Mitsubishi juga telah memasok platform Triton untuk Nissan Navara di sejumlah pasar .
Hingga saat ini, nama model, desain akhir, spesifikasi mesin, dan harga jual pikap Honda tersebut belum diumumkan. Kepastian apakah Indonesia termasuk negara tujuan pemasaran juga belum dipastikan, meskipun peluangnya terbuka mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar otomotif utama di ASEAN .
Baca juga: Banyuwangi Jadi Rujukan Smart Village di Forum ASEAN Smart City
Editor : Taufiq