JATIMPEDIA, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menerima kunjungan kerja Balkis Kusumawati, Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara pada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, pada Selasa (20/10).
Kunjungan ini bertujuan meninjau pengembangan konektivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya terkait kesiapan implementasi kebijakan Zero ODOL 2027, konektivitas kereta api, dan integrasi antarmoda transportasi.
Baca juga: TPS Raih Skor 4,75 dalam Survei GCG, Catat 100 Persen Bebas Pungli dan Gratifikasi
Dalam kunjungan tersebut, TPS memaparkan pengembangan layanan multimoda yang mengintegrasikan transportasi laut dan kereta api untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan meningkatkan efisiensi logistik. Integrasi ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas angkutan barang di jalan raya.
Rombongan turut meninjau fasilitas operasional terminal serta mendapatkan pemaparan mengenai upaya peningkatan konektivitas dan efisiensi logistik di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Penguatan integrasi antarmoda menjadi langkah penting untuk memperlancar arus barang dan meningkatkan daya saing pelabuhan.
Baca juga: Pelindo Transformasikan Penagihan Layanan Nonpetikemas Satu Pintu
Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya, Ali Sodikin, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan konektivitas dan sistem logistik nasional.
“Kami mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap penguatan konektivitas di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Integrasi transportasi laut dan kereta api menjadi langkah strategis untuk memperlancar arus barang, meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan memperkuat daya saing logistik Indonesia. TPS siap mendukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem logistik yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan,” ujar Ali Sodikin.
Baca juga: Arus Petikemas TTL Tumbuh 12,54 Persen hingga September 2026
Ia menambahkan bahwa penguatan konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah, operator pelabuhan, operator terminal, penyedia jasa transportasi, dan seluruh pelaku rantai pasok. Sebagai salah satu gerbang perdagangan utama Indonesia, Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang ke berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pelabuhan Tanjung Perak diharapkan semakin optimal sebagai simpul logistik yang terintegrasi dan efisien. Upaya ini sejalan dengan dukungan terhadap implementasi Zero ODOL 2027, efisiensi biaya logistik, dan peningkatan daya saing Indonesia.
Editor : Taufiq