Sidak SPBU Mergan, Wali Kota Malang Ungkap Fakta di Balik Antrean Panjang

Reporter : Rini
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di SPBU dan Pasar Mergan

JATIMPEDIA, Malang - Antrean kendaraan di SPBU Mergan, Kota Malang, memanjang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu meningkatnya penggunaan Pertalite di tengah perbedaan harga dengan Pertamax. Pemerintah Kota Malang memastikan antrean tersebut bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan hal itu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di SPBU dan Pasar Mergan. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan BBM sekaligus memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok.

Baca juga: Progres PLTS Terapung Sutami Capai 70 Persen, Operasi Ditargetkan Awal 2027

Wahyu mengungkapkan, konsumsi Pertalite mengalami kenaikan sebesar 11 persen dalam dua pekan terakhir. Sebaliknya, konsumsi Pertamax turun sekitar 50 persen. Menurutnya, selisih harga kedua jenis BBM itu mendorong konsumen beralih ke Pertalite.

“Kelangkaan BBM tidak ada dan ini terjamin tersedia. Antrean ini hanya karena mereka memilih terkait dengan harga,” kata Wahyu.

Ia menegaskan, hasil pengecekan di SPBU Mergan menunjukkan persediaan BBM masih mencukupi dan penyalurannya berjalan normal. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan BBM di Kota Malang.

Selain memeriksa SPBU, TPID juga memantau perkembangan harga bahan pokok di Pasar Mergan. Dari hasil pemantauan, kenaikan paling mencolok terjadi pada tepung terigu, yang harganya naik dari sekitar Rp 7.000 menjadi Rp 13.000.

Baca juga: Honda BeAT Hadir untuk Arek Malang, Dilengkapi Penawaran Spesial dan Merchandise Tim Kebanggaan

“Harga tepung saja yang naiknya hampir dua kali lipat, ya. Rata-rata Rp 7.000, ini bisa sampai dengan sekarang bisa naik sampai dengan Rp 13.000,” ujar Wahyu.

Sementara itu, stok beras dipastikan masih mencukupi meskipun harganya relatif tinggi. Adapun harga minyak goreng dan bawang merah terpantau normal.

Untuk komoditas cabai, harga di Pasar Mergan berada pada kisaran Rp 55.000 hingga Rp 65.000 per kilogram. Saat sidak berlangsung, harga cabai tercatat sekitar Rp 60.000 per kilogram.

Baca juga: Jago #Cari_Aman Biar Happy, MPM Honda Jatim Ajak Pengendara Berkendara Bijak

Wahyu menjelaskan, kenaikan harga cabai dipengaruhi meningkatnya permintaan pasar, termasuk kebutuhan untuk acara pernikahan. Meski harga mengalami kenaikan, ketersediaan cabai masih relatif melimpah.

“Cabai, saya tanya, ‘Oh, selalu berlimpah.’ Ini karena kenapa nih naik? Karena memang pasar,” kata Wahyu. Ia menambahkan, pergerakan harga di Pasar Mergan juga dipengaruhi pasokan dari pasar induk di Gadang.

Pemerintah Kota Malang melalui TPID akan melanjutkan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok serta BBM. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan, mengantisipasi gejolak harga, dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
 
 
 
 

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru