JATIMPEDIA, Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meresmikan program “Lamong Cukur”, sebuah inovasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memadukan pelatihan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, dan penyediaan layanan bagi pengguna jasa di lingkungan terminal.
Program tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat Ring 1 atau warga di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui Lamong Cukur, TTL memberikan pelatihan keterampilan barbershop sekaligus membuka peluang kerja bagi peserta agar dapat bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Baca juga: Lima Tahun Pascamerger, Terminal Teluk Lamong Perkuat Integrasi dan Digitalisasi
Program Lamong Cukur dirancang secara berkelanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan semangat Danantara dalam mendorong terciptanya lapangan kerja berkualitas melalui peningkatan kompetensi dan pemberdayaan masyarakat.
Selain memberikan manfaat sosial, Lamong Cukur memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan pengemudi truk yang beraktivitas di Terminal Teluk Lamong. Saat menunggu proses pelayanan atau beristirahat, mereka dapat memanfaatkan layanan cukur sehingga waktu tunggu dapat digunakan secara lebih produktif.
Rangkaian program diawali dengan pelatihan pada 10-12 Agustus 2026. Peserta mendapatkan pembekalan teknik mencukur, mulai dari keterampilan dasar hingga standar pelayanan barbershop.
Untuk memperkuat keterampilan tersebut, peserta mengikuti program magang sepanjang September 2026 di barbershop profesional. Tahapan ini memberikan pengalaman kerja langsung sekaligus meningkatkan kemampuan teknis, pelayanan pelanggan, kedisiplinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Dari rangkaian pelatihan dan magang tersebut, peserta yang berasal dari masyarakat Ring 1 kemudian terserap sebagai barber di Lamong Cukur. Hal ini menunjukkan bahwa program TJSL dapat memberikan dampak konkret, mulai dari peningkatan keterampilan hingga terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Pelindo Hubungkan Sistem Logistik lewat ADHARA, Ini Layanan yang Ditawarkan
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, maupun berwirausaha secara mandiri. Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar David.
Menurut dia, Lamong Cukur merupakan salah satu bentuk komitmen TTL dalam menghadirkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi ekosistem terminal.
“Ke depan, kami akan terus memetakan potensi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Jika program ini berkembang dengan baik dan kebutuhannya memang ada, Lamong Cukur dapat dikembangkan ke lokasi berikutnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” katanya.
Baca juga: TPK Merauke Siapkan Revitalisasi 1,4 Hektare, Distribusi Logistik Timur Diperkuat
Camat Asemrowo Zul Chaidir mengapresiasi inisiatif PT Terminal Teluk Lamong dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Terminal Teluk Lamong yang selama ini telah memberikan berbagai kontribusi kepada masyarakat, baik melalui penciptaan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, maupun program-program pemberdayaan lainnya. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini dapat terus berkelanjutan,” ujar Zul.
Melalui berbagai program TJSL berkelanjutan, PT Terminal Teluk Lamong terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pengguna jasa, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi di sekitar wilayah operasionalnya.
Editor : Taufiq