Penjualan Mobil Listrik di Eropa Melonjak 62,7 Persen, Pangsa Pasar Cetak Rekor

Reporter : Taufiq
Penjualan mobil listrik Uni Eropa melonjak 62,7 persen pada Agustus 2026. Pangsa pasar BEV capai 27,7 persen, merek China kuasai 10,8 persen.

JATIMPEDIA, Jakarta – Pasar mobil listrik di Uni Eropa mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada Agustus 2026. Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) melesat 62,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan lebih dari 196.000 unit terdaftar. Pangsa pasar BEV mencapai 27,7 persen, naik dari 17,8 persen pada Agustus 2025.

Secara keseluruhan, registrasi mobil baru di Uni Eropa naik 4,5 persen menjadi 708.211 unit pada Agustus 2026. Mobil hybrid tetap menjadi pilihan paling populer dengan pangsa 36,6 persen, sementara mobil plug-in hybrid (PHEV) mencatatkan pertumbuhan 10,8 persen.

Baca juga: Vietnam Catat Pertumbuhan Pasar Otomotif Tertinggi di ASEAN

Mobil Bensin dan Diesel Terus Merosot

Di sisi lain, penjualan mobil bensin dan diesel terus mengalami penurunan tajam. Registrasi mobil bensin turun 24,6 persen menjadi 133.816 unit, sedangkan mobil diesel anjlok 23,8 persen menjadi 45.403 unit. Secara kumulatif, pangsa pasar mobil bensin dan diesel kini hanya tersisa 29 persen, turun dari 37,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Merek China Kuasai Pasar

Baca juga: Ekonom Proyeksi Target Penjualan 850.000 Mobil 2026 Bakal Terlampaui

Pertumbuhan pasar mobil listrik Eropa juga diwarnai oleh semakin kuatnya penetrasi merek-merek asal China. Penjualan dari lima grup otomotif China yang dipantau ACEA melonjak sekitar 71 persen, dengan pangsa pasar gabungan naik dari 6,6 persen menjadi 10,8 persen. Artinya, sekitar satu dari sembilan mobil baru yang dijual di Uni Eropa kini berasal dari merek China.

Beberapa merek dengan pertumbuhan tertinggi antara lain Leapmotor yang naik 211 persen, Chery 201 persen, dan BYD 129 persen. Sementara itu, Tesla mencatatkan pertumbuhan 53 persen. Di sisi lain, grup otomotif Jerman seperti Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz justru mengalami penurunan penjualan sebesar 1,1 persen secara gabungan.

Pendorong Utama: Subsidi dan Harga BBM

Baca juga: Malaysia Proyeksi Penjualan 835.000 Unit, Indonesia Targetkan 850.000 Unit

Analis dari EY, Constantin M. Gall, menilai lonjakan ini terutama didorong oleh subsidi kendaraan listrik di berbagai negara Eropa. Ia memperingatkan bahwa pertumbuhan ini bisa berbalik arah jika subsidi tersebut dihentikan. Selain itu, harga bahan bakar yang mencapai rekor tertinggi turut mendorong konsumen beralih ke kendaraan listrik.

 

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru