EAZI Pangkas Waktu Pelayanan Kapal di Tanjung Perak, TTL Perkuat Kolaborasi

Reporter : Taufiq
Evaluasi Zona EAZI melibatkan Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Pelindo Jasa Maritim.

JATIMPEDIA, Surabaya - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak mengevaluasi penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service) untuk mempercepat pelayanan kapal dan meningkatkan efisiensi operasional di terminal.

Evaluasi yang digelar Kamis (1/10) tersebut melibatkan Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak, Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), dan PT Pelindo Jasa Maritim.

Baca juga: TPS Perkuat Safety Culture melalui Safety Stand Down Bersama Stakeholder Pelabuhan

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan penerapan Zona EAZI mulai menunjukkan dampak terhadap percepatan pelayanan kapal. Program tersebut juga dinilai membantu menurunkan waktu kapal berada di pelabuhan (port stay).

"TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pelayanan kapal melalui kolaborasi yang kuat guna menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, aman, reliabel, dan kompetitif," ujar David.

Di TPK Nilam, penerapan Zona EAZI sepanjang 23 April-31 Agustus 2026 telah melayani 176 kapal dengan rata-rata waktu STS (ship-to-ship berth changeover) 2 jam 53 menit.

Penerapan EAZI juga diikuti peningkatan rata-rata jumlah kapal yang dapat masuk ke dermaga, dari 14 kapal menjadi 17 kapal atau meningkat sekitar 21,4 persen.

Sementara di TPK Berlian, uji coba EAZI pada 4-31 Agustus 2026 mencatat 16 kapal dengan rata-rata waktu STS 2 jam 24 menit. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya menuju standar waktu pergantian kapal selama dua jam.

Group Head Pelayanan Kapal PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Santoso mengatakan keberhasilan peningkatan layanan kapal membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasional kepelabuhanan.

Baca juga: TTL Dorong Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini di Sekolah

"Kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan suatu keniscayaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa. Evaluasi secara berkelanjutan penting dilakukan agar setiap improvement yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pengalaman terbaik bagi customer TTL," katanya.

TTL selanjutnya memperkuat integrasi perencanaan tambat dengan Zona EAZI melalui pemantauan perencanaan dan realisasi tambat secara real time. Penguatan sistem Berthing Management juga dilakukan untuk meningkatkan kepastian pelayanan dan optimalisasi penggunaan tambatan.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun mengapresiasi langkah TTL melakukan evaluasi bersama. Ia menilai penerapan EAZI telah memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan kapal.

"Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jasa," ujar Agustinus.

Baca juga: PT Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026 melalui Program Pemberdayaan Nelayan

Selain EAZI, TTL juga mengembangkan BESTI (Berth Allocation Efficiency & Support Terminal Integration) untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan tambatan kapal secara terintegrasi.

Ke depan, BESTI akan dikembangkan agar terhubung dengan PHINISI, Inaportnet, dan Zona EAZI. Integrasi tersebut diharapkan mempercepat pertukaran informasi serta membuat proses perencanaan hingga realisasi pelayanan kapal berlangsung lebih terpadu dan real time.

TTL dan para pemangku kepentingan kepelabuhanan Tanjung Perak menargetkan penguatan kolaborasi dan digitalisasi tersebut dapat terus meningkatkan efisiensi, kepastian, serta kualitas pelayanan kapal bagi pengguna jasa.

Editor : Taufiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru