JATIMPEDIA, Sidoarjo - Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan potensi pertanian padi yang cukup tinggi. Di tengah peringatan Hari Tani Nasional, lahan pertanian seluas sekitar 90 hektare di wilayah tersebut mampu dikelola hingga tiga kali musim tanam dalam setahun dengan produktivitas mencapai 9,5 ton gabah per hektare.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Bekali Warga Keterampilan Mekanik Motor
Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu contoh penguatan produktivitas pertanian di Sidoarjo. Ia mengapresiasi petani yang mampu mencapai produksi hingga 9,5 ton per hektare dan mendorong dukungan sarana pertanian, terutama mekanisasi.
“Untuk mencapai percepatan musim tanam ketiga atau tiga kali panen, tentu harus diimbangi dengan mekanisasi. Karena itu, saya akan menyampaikan kebutuhan tambahan traktor ini kepada Kementerian Pertanian,” kata BHS saat menghadiri kegiatan musim tanam di Wonokalang, Jumat 25 September 2026.
Menurut BHS, peningkatan produktivitas juga perlu diikuti dengan kepastian harga dan ketersediaan pupuk. Ia menyebut harga gabah di tingkat petani saat ini dapat mencapai sekitar Rp7.700 per kilogram, berada di atas harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Ini menunjukkan bahwa harga gabah sebenarnya mampu memberikan semangat kepada petani untuk terus bercocok tanam. Dengan dukungan pupuk dan pompanisasi, kita berharap produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Subandi Instruksikan Pelebaran Jalan Simpang Jabon Sidoarjo
Kepala Bidang Pengembangan Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Pengendalian Bencana Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Mokhamad Rudy Al Amin mengatakan kemampuan tiga kali tanam dalam setahun tidak dimiliki seluruh wilayah Sidoarjo. Wonokalang memiliki kondisi spesifik yang memungkinkan indeks pertanaman lebih tinggi.
“Tidak semua desa bisa tanam tiga kali. Di Sidoarjo ini indeks pertanamannya sekitar 1,5, sehingga Wonokalang ini spesifik bisa tanam tiga kali dan produksinya bagus dengan dukungan sarana prasarana yang ada,” kata Rudy.
Camat Wonoayu Anwar mengatakan dukungan kebijakan pemerintah, mulai dari pupuk hingga harga gabah, dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Menurut dia, kesejahteraan petani menjadi faktor penting untuk menarik pemuda agar tidak meninggalkan sektor tersebut.
Baca juga: Menuju Honda Bikers Day 2026, 117 Bikers Surabaya Perkuat Bekal Safety Riding dan Basic Life Support
“Dengan turunnya harga pupuk dan naiknya harga hasil pertanian, terutama gabah, ini akan memberi dukungan yang luar biasa kepada pemuda untuk turun aktif dalam bidang pertanian,” ujar Anwar.
Ia berharap peningkatan produktivitas dan pendapatan petani dapat terus dipertahankan sehingga pertanian menjadi sektor yang lebih menarik bagi generasi muda.
Editor : Arif