Reaktivasi Jalur KA Kalisat-Bondowoso-Panarukan Masuk Tahap Penguatan Perencanaan

Reporter : Satriyo
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama pemerintah Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo sepakat melanjutkan kajian teknis

JATIMPEDIA, Bondowoso - Rencana reaktivasi jalur Kereta Api (KA) Kalisat-Bondowoso-Panarukan memasuki tahap penguatan perencanaan. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama pemerintah Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo sepakat melanjutkan kajian teknis untuk memastikan kebutuhan jalur yang diproyeksikan menjadi penghubung kawasan aglomerasi Selingkar Ijen.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengatakan DJKA mendukung rencana tersebut. Namun, reaktivasi tidak dapat dilakukan terburu-buru karena kondisi jalur lama dan kebutuhan transportasi saat ini perlu dikaji kembali.

Baca juga: Pemkab Bondowoso Bangun Irigasi Perpompaan di 74 Titik

“Pada intinya kami sepakat dan memahami kebutuhan masyarakat terkait keberadaan jalur kereta api ini. Namun, perlu dikaji lagi apakah jalur peninggalan Belanda itu masih sesuai untuk pembangunan atau rehabilitasi,” kata Denny usai rapat di Peringgitan Pendopo RBA Ki Ronggo Kabupaten Bondowoso, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, jalur lama kemungkinan lebih banyak digunakan untuk angkutan barang dengan kecepatan rendah. Sementara, reaktivasi saat ini diharapkan dapat melayani angkutan barang sekaligus penumpang. Karena itu, kondisi dan kapasitas jalur perlu disesuaikan dengan kebutuhan masa depan.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian, termasuk kondisi ruang manfaat jalan (rumija), ruang milik jalan (rumaja), sterilisasi jalur, serta keberadaan perlintasan sebidang dengan jalan raya.

Denny mengatakan pemerintah masih perlu mematangkan trase dan dokumen perencanaan sebelum menentukan pembagian tugas maupun skema pembiayaan.

“Investasinya besar, sehingga kita mantapkan dulu dokumen perencanaannya. Setelah itu baru berbicara mengenai skema pembiayaan dan lainnya,” ujarnya.

Baca juga: Jember Bidik Hilirisasi Kopi, PDP Kahyangan Didorong Naik Kelas

Koordinator Kelompok Penataan Jaringan Direktorat LLAKA, Retno Sari, menekankan pentingnya perencanaan jangka panjang. Menurutnya, reaktivasi jalur KA membutuhkan investasi besar sehingga manfaatnya harus dipastikan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kereta api ini bukan barang murah, ini investasi besar yang harus kita pikirkan keberlanjutannya. Jangan cuma lima sampai 10 tahun, kalau bisa sampai 50-100 tahun masih bermanfaat,” katanya.

Retno juga mendorong koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta tiga kabupaten yang dilintasi jalur tersebut. Menurutnya, reaktivasi harus dipandang sebagai bagian dari pengembangan jaringan transportasi lintas wilayah.

Baca juga: PTPN I Regional 5 dan Pemkab Bondowoso Gaungkan Kembali Kopi Lokal Lewat Kompetisi Konten

Di tingkat daerah, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyatakan Pemkab Bondowoso bersama Jember dan Situbondo siap mendukung proses reaktivasi, baik dari sisi teknis, sosial maupun koordinasi lintas wilayah.

Dukungan serupa disampaikan Pemkab Situbondo dan Pemkab Jember. Kepala Dinas Perhubungan Situbondo Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar jalur. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono menyebut reaktivasi diharapkan dapat memperkuat konektivitas sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Dengan demikian, realisasi reaktivasi jalur Kalisat-Bondowoso-Panarukan masih membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari kajian teknis, pematangan trase, hingga penyusunan dokumen perencanaan. Penentuan skema pembiayaan dan waktu pelaksanaan baru dapat dilakukan setelah kebutuhan teknis tersebut dipastikan.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru