Perkuat Pasar UMKM, InJourney dan Sarinah Buka Akses Ekosistem Pariwisata

Reporter : Fitri Handayani
PT Sarinah (Persero) memperkuat kapasitas usaha pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dengan membuka akses pasar dalam ekosistem pariwisata

JATIMPEDIA, Jakarta - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kolaborasi bersama anak usahanya PT Sarinah (Persero) memperkuat kapasitas usaha pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dengan membuka akses pasar dalam ekosistem pariwisata Indonesia.

Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan mengatakan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta akses terhadap pasar yang lebih luas.

Baca juga: InJourney Airports Kirim 300 Kg Bantuan untuk Korban Gempa NTT

“UMKM bukan hanya bagian dari perekonomian, tetapi juga bagian penting dari ekosistem pariwisata Indonesia. Karena itu, kita perlu memastikan UMKM memiliki kemampuan dan akses yang dibutuhkan agar dapat tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” kata Iwan dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Program ini merupakan pengembangan dari pengalaman Sarinah melalui Sarinah PANDU, yang selama ini telah memandu dan memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.100 UMKM.

Melalui kolaborasi bersama InJourney, pendekatan pembinaan tersebut diperluas dengan memanfaatkan ekosistem InJourney yang mencakup retail, bandara, destinasi, hingga hotel.

Program InJourney UMKM by Sarinah PANDU diikuti oleh 81 UMKM yang mendapatkan rangkaian pembinaan mulai dari capacity building, kurasi, hingga kesempatan untuk mengikuti pameran dan melakukan uji pasar.

Rangkaian program telah dimulai dengan proses kurasi UMKM pada 8–9 Juli 2026, dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) bagi 25 talent pool trainer Sarinah pada 13–17 Juli 2026.

Sarinah juga mengembangkan 10 modul pembelajaran yang disusun berdasarkan kerangka pembelajaran yang telah dimiliki, kebutuhan peningkatan kapabilitas UMKM, serta kebutuhan pasar.

Baca juga: Transnusa Resmikan Penerbangan Perdana Jakarta–Bangkok

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman menyampaikan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi sekaligus bagian dari masa depan bangsa. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya program pelatihan, tetapi sebuah proses

pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap para UMKM dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas, membangun jejaring, memahami kebutuhan pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang usaha yang lebih besar,” kata Herdy.

Sementara Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah untuk memperluas pengalaman Sarinah dalam pembinaan UMKM melalui Sarinah PANDU.

Baca juga: TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, JadiHub Konektivitas di Indonesia Timur

Raisha mengatakan, penguatan kapasitas pelaku usaha merupakan bagian dari peran Sarinah sebagai retail-based cultural experience center. Melalui kolaborasi ini, 81 UMKM diharapkan dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan untuk terhubung dengan ekosistem pariwisata Indonesia maupun pasar yang lebih luas.

InJourney UMKM by Sarinah PANDU diharapkan dapat menjadi platform yang mempertemukan pembinaan, kurasi, dan akses pasar, sekaligus mendorong semakin banyak UMKM Indonesia untuk naik kelas dan berdaya saing.

Dengan memanfaatkan ekosistem InJourney yang mencakup retail, bandara, destinasi, dan hotel, program ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Editor : Rizky

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru