JATIMPEDIA, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diproyeksikan tetap mencatat kinerja solid hingga paruh kedua 2026, ditopang pertumbuhan bisnis perdagangan dan distribusi BBM serta penjualan lahan di kawasan industri JIIPE.
Pada semester I-2026, pendapatan AKRA melonjak 44% YoY menjadi Rp30,84 triliun, sementara laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 21,2% menjadi Rp1,43 triliun. Capaian tersebut telah memenuhi sekitar 51,8% target laba setahun penuh versi Maybank Sekuritas dan 50,6% konsensus pasar.
Baca juga: KEK Gresik Gaet Investasi Rp9,8 Triliun, Jadi Motor Capaian KEK Nasional
Segmen Trading & Distribution menjadi kontributor utama, dengan pendapatan naik 44% menjadi Rp28 triliun. Sementara itu, pendapatan kawasan industri dan utilitas JIIPE meningkat 102% menjadi Rp1,7 triliun, didorong lonjakan penjualan lahan sebesar 139% menjadi Rp1,28 triliun.
Baca juga: JIIPE Gresik Diakui sebagai Kawasan Industri Penggerak Investasi Berkelanjutan
Meski demikian, margin masih menjadi tantangan akibat dominasi bisnis T&D yang bermargin lebih rendah serta kerugian sementara bisnis SPBU BP-AKR. Manajemen pun menaikkan target pertumbuhan laba bersih 2026 menjadi 15%-20% YoY, dari sebelumnya 7%-10%, seiring target penjualan lahan JIIPE 90-100 hektare dan perbaikan margin T&D.
Ke depan, pertumbuhan utilitas JIIPE dan rencana proyek FSRU LNG senilai US$450 juta-US$500 juta menjadi katalis tambahan. Dengan arus kas operasi semester I-2026 mencapai Rp3,94 triliun dan posisi kas Rp8,9 triliun, AKRA dinilai memiliki ruang yang kuat untuk ekspansi sekaligus menjaga dividen.
Baca juga: AKR Corporindo (AKRA) Catat Laba Naik 21% di Semester I-2026
Maybank Sekuritas dan INA Sekuritas sama-sama mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.850 per saham, meski investor tetap perlu mencermati risiko pelemahan harga komoditas, perlambatan ekonomi, gangguan rantai pasok global, dan persaingan harga
Editor : Rizky