BPBD Kota Madiun Siapkan Dua Truk Tangki Bantu Distribusi Air

Reporter : Arif
Armada truk tangki disiapkan BPBD Kota Madiun untuk sarana penyaluran bantuan air bersih

JATIMPEDIA, Madiun -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur menyiagakan dua armada truk tangki untuk sarana penyaluran bantuan air bersih jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat yang kesulitan air saat memasuki puncak musim kemarau 2026.

"BPBD Kota Madiun menyiapkan dua armada tangki air bersih untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariadi di Madiun, Senin.

Baca juga: Warga Bondol Dapat Guyuran 8.000 Liter Air Bersih dari Polres Bojonegoro

Dua tangki tersebut masing-masing memiliki kapasitas 5 ribu liter, sehingga total air yang dapat disalurkan mencapai 10 ribu liter saat dibutuhkan.

Menurutnya, penyiapan armada tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kemarau panjang serta potensi pengaruh fenomena El Nino.

Ia mengatakan, sejauh ini kondisi ketersediaan air bersih di wilayah Kota Madiun hingga kini masih relatif aman. BPBD juga belum menerima permintaan penyaluran atau dropping air bersih dari masyarakat.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada daerah di Kota Madiun yang membutuhkan distribusi air bersih," katanya.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Droping 162 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan

Meski belum ditemukan wilayah yang mengalami krisis air, BPBD tetap melakukan pemantauan secara berkala. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya titik-titik wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Pihaknya menegaskan proses pemantauan itu dilakukan dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC), pemerintah kelurahan, relawan kebencanaan, serta tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi penurunan ketersediaan air di lingkungan warga.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kekeringan atau mulai berkurangnya sumber air di lingkungan masing-masing. Informasi dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Baca juga: Hingga Agustus, Aktivasi IKD Warga Kota Madiun Capai 37,48 Persen

Sesuai pemetaan BPBD setempat, terdapat dua kelurahan di Kota Madiun yang rawan mengalami kesulitan air bersih karena sumber air warga yang mengering.

Dua lokasi itu yakni Kelurahan Tawangrejo dan Kelun. Hal itu karena sumber air tanah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, yakni sumur, mengalami kekeringan saat puncak kemarau.

Editor : Rofiq

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru