Gempa di Jatim Cukup Intens, BMKG Ungkap Penyebabnya

Reporter : Rini
Ilustrasi titik gempa yang dicatat BMKG Malang

JATIMPEDIA, Malang  -Tingginya aktivitas gempa bumi di Jawa Timur dan sekitarnya dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh aktivitas tektonik yang masih aktif di kawasan selatan Pulau Jawa.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa gempa-gempa yang terjadi berasal dari dua sumber utama, yakni pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia serta aktivitas sejumlah patahan lokal.

Baca juga: Triwulan III-2026 Pelanggan Stasiun Malang Tembus 1,66 Juta

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," ujar Ricko, Sabtu (8/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang umum terjadi di kawasan tersebut.

Baca juga: Bupati Sanusi Ajak ICMI Malang Bantu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Meski selama periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026 tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat, BMKG tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi BMKG terkait aktivitas kegempaan.

Baca juga: Selama September 2026 BMKG Catat 557 Gempa Goyang Jatim

Selain itu, warga diimbau memahami langkah mitigasi dasar, seperti mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, serta memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar keselamatan terhadap gempa bumi.

BMKG menegaskan pemantauan aktivitas gempa terus dilakukan secara berkala guna memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Editor : Arif

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru